EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Anggota DPRD Bontang ikut menyoroti pembangunan gorong-gorong di Jalan HM Ardans, lantaran dinilai bermasalah dan merugikan warga sekitar. Bahkan dalam sepekan terakhir, gorong-gorong tersebut menuai sorotan publik.
Dari itu, Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Torsina menuturkan bahwa pihaknya akan meninjau lokasi pembangunan gorong-gorong tersebut, gunamenarik keterangan perihal pembangunan gorong-gorong ini. Baik dari masyarakat yang mengalami dampak terbesar, OPD terkait, keluarahan, dan tentunya, CV Bima Sakti Perkasa selaku kontraktor.
"Rencannya, minggu depan kami mau meninjau lokasi," kata Amir Torsina kepada wartawan belum lama ini.
Amir Torsina menerangkan, baik dari sisi sosial dan teknis pengerjaan, pembangunan ini memang sudah salah.
Dari teknis pengerjaan, pembangunan gorong-gorong ini mestinya tak sampai menutup seluruh akses Jalan HM Ardans. Hingga berujung lumpuhnya perekonomian warga di sekitar proyek.
Kemudian dari sisi sosial. Baik kontraktor maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang harusnya memberikan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat sekitar. Perihal apa yang akan dibangun, dan bagaimana teknis pengerjaan. Bila sosialisasi dilakukan, mungkin polemik pembangunan gorong-gorong tak akan berlarut seperti saat ini.
"Salah juga, masa ada pembangunan sampai menutup full jalan [HM Ardans] tapi tidak ada sosialisasi," tegas Amir Torsina.
Selain menyoroti proyek pembangunan gorong-gorong, dia pun menilai jalan alternatif yang disediakan kurang memenuhi kebutuhan warga. Pasalnya, jalan tersebut dinilai terlalu sempit. Sehingga kendaraan roda empat terpaksa harus memutar melalui Jalan Tomat. Akibatnya waktu perjalanan memakan waktu lebih panjang.
"Pengguna jalan dan warga sekitar proyek dirugikan. Kasian juga warga kalau terus begini," pungkasnya.
PUPRK BONTANG MENGAKU TIDAK LAKUKAN SOSIALISASI
Sementara itu, Lurah Kelurahan Satimpo, Mustamin Syam menuturkan, baik pihak kontraktor dan Dinas PUPRK Bontang mengaku tidak melakukan sosialisasi. Pengakuan ini diperoleh usai pertemuan antara warga, kontraktor, dan Dinas PUPRK Bontang dihelat di Kelurahan Satimpo pada Rabu (9/10/2019) lalu.
PUPRK Bontang mengaku memang tidak lakukan sosialisasi ke warga. Alasannya, karena drainase di Jalan HM Ardans ini mendesak dikerjakan. Menyusul banjir parah yang merendam kawasan ini sehari jelang Hari Raya Idul Fitri pada Juni lalu.
"Dinas PU mengaku memang tidak sosialisasi. Karena mendesak betul drainase dikerjakan. Apalagi di daerah pisangan (Ujaran akrab HM Ardans) dilanda banjir parah pas mau lebaran," terang Lurah Mustamin.
Namun, ujarnya, Dinas PUPRK Bontang bersama kontraktor mengaku akan menyelesaikan polemik ini. Dari kontaktor, berusaha menggenjot agar pembangunan rampung secepatnya. Sementara dari Dinas PUPRK Bontang, akan memperbaiki jalan di Gang Tomat 2a yang amblas akibat menjadi jalan alternatif. (adv)

