EKSPOSKALTIM.com, Balikpapan - Aktivis lingkungan yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Peduli Tumpahan Minyak, menyebut pantai Balikpapan diperkirakan sudah tercemar hingga 20 kilometer. Bahkan telah masuk hingga ke muara sungai Kariangau.
Dampaknya pun mulai dirasakan dengan adanya biota laut seperti ikan dan kepiting termasuk pesut yang mati terpapar tumpahan minyak. Termasuk aktivitas nelayan keramba yang tidak berproduksi.
"Rata-rata adalah nelayan pesisir yang tidak beraktivitas selama 4 hari ini, dan ini tentunya menghambat gerak roda perekonomian mereka," ucap Yudhi TOBS yang bersama puluhan penggiat lingkungan hidup lainnya berunjuk rasa di kantor Wali Kota Balikpapan, Rabu (4/4/2018).
Baca juga: Pecinta Lingkungan Bahu Membahu Bersihkan Minyak di Pantai Klandasan
Para aktivis ini mengajak Pemkot Balikpapan untuk bersama-sama membuat laporan ke kepolisian, agar kasus tumpahan minyak di teluk Balikpapan pada 31 Maret lalu terungkap.
"Harus membuat laporan, karena kita mau ada yang bertanggung jawab meski sudah ada proses pembersihan minyak di laut maupun pesisir pantai," tekannya sembari menilai aksi bersih-bersih laut dan pantai itu tidak akan berdampak banyak.
"Kemarin ada peringatan dari BMKG agar jangan memakai air hujan. Tapi sekarang Pemkot Balikpapan mendukung aksi pembersihan pantai. Air hujan aja sudah terkontaminasi, kok masyarakat disuruh bersentuhan langsung," tegasnya.
Baca juga: DPRD Kaltim Minta Kasus Teluk Balikpapan Segera Diusut Tuntas
Mereka juga mengingatkan pihak terkait yang mengoordinir aksi bersih pantai agar peserta benar-benar dibekali alat standar keselamatan. "Harus dijamin keamanannya karena jangan sampai menimbulkan masalah baru," tekan Yudhi.
Tonton juga video menarik di bawah ini:
VIDEO: Lembaga Adat Besar Kutim Sambangi PT Indominco
ekspos tv

