EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat (DSP3M) Bontang berhasil mengharumkan nama Bontang dikancah Nasional.
Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) ini menerima penghargaan dari Kementerian Sosial terkait kota paling aktif dalam verifikasi dan validasi data terpadu Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Baca: Badak LNG Prakarsai Peningkatan Sektor Pariwisata Kota Bontang
Penghargaan tersebut diberikan langsung Menteri Sosial Idrus Marham kepada Kepala DSP3M Bontang Safa Muha, serta perwakilan 2 kabupaten lainya yaitu Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Toli Toli, saat membuka Rapat Kordinasi Nasional Data Terpadu tahap kedua 2018 di Jakarta, Selasa (6/3/2018) lalu.
“Saya kaget kenapa dipanggil waktu itu, sekalinya terima penghargaan, cuman 3 kabupaten / kota yang dapat hari itu. Dari Kaltim juga Bontang saja yang dapat,” ungkap Kepala DSP3M Safa Muha saat dihubungi media ini, Kamis (8/3/2018).
Dijelaskanya, penghargaan itu diberikan lantaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang aktif menginput data yang mencakup warga berkriteria fakir miskin dan orang tidak mampu, melalui Aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG).
“Sudah dari pertengahan bulan lalu aktif pakai aplikasi ini, setelah diperintahkan Ibu Walikota,” ucapnya.
Baca: Tambang Ilegal Marak, Pemprov Kaltim Diharuskan Bentuk Tim Terpadu
Hal ini merupakan program pemerintah yang sangat baik. Pasalnya, kata dia, data tersebut dapat diupdate setiap saat, sehingga ketika ada warga yang telah dianggap mampu, dapat dikeluarkan. Dengan begitu, pemerintah pusat dapat menyalurkan bantuan tepat sasaran.
“Jumlah KK (kepala keluarga) warga miskin di Bontang 9232 KK yang sudah masuk. Bantuan yang disalurkan melalui PKH, KIS dan Kartu Pintar,” ucapnya.
Safa (akrab ia disapa) mengatakan, tentu Bontang patut berbangga dengan adanya penghargaan ini. Pasalnya, dari 18 provinsi dan 241 kabupaten/kota di Indonesia yang hadir dalam kegiatan itu, hanya 2 kabupaten dan 1 kota yang dapat. Salah satunya, Bontang.
Kendati demikian, lanjut Safa, pihaknya tidak akan larut dalam euforia. Akan tetapi, hal ini akan dijadikannya sebagai motivasi untuk menjadi lebih baik lagi.
“Jadi kalau ada warga yang miskin, silahkan melaporkan ke Lurah atau RT saja, sehingga nantinya perwakilan itu dapat melaporkan ke kami,” himbaunya. (Adv)
Tonton juga video-video menarik di bawah ini:
VIDEO: Kampanye Dialogis, Tafadal Disambut Antusias Ratusan Warga di 4 Desa Tellu Siattinge
ekspos tv
VIDEO: Sabu Seberat 43,4 Gram Asal Kaltim Gagal Beredar di Bone
ekspos tv
VIDEO: Bertepatan Imlek, KPU Bone Tolak Tim Umar-Madeng Sampaikan Aspirasi
ekspos tv

