PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Akhirnya.. Ada Trauma Healing Pasca-Tragedi Muara Kate

Home Berita Akhirnya.. Ada Trauma Hea ...

Akhirnya.. Ada Trauma Healing Pasca-Tragedi Muara Kate
Polda Kaltim menggelar trauma healing kepada warga pasca-tragedi Muara Kate. Foto: Mei untuk Ekspos Kaltim

EKSPOSKALTIM, Jakarta - Pemulihan trauma atau trauma healing akhirnya digelar pasca-tragedi Muara Kate, Paser, Kalimantan Timur.

"Iya benar," jelas Kapolres Paser AKBP Novy Adi Wibowo, Senin (2/12).

Pemulihan trauma ini atas perintah langsung Kapolda Kaltim, Irjen Pol Nanang Avianto.

Nanang mengutus kabag SDM Polda Kaltim untuk memberikan pemulihan mental bagi warga.

Novy kemudian memohon doa ke masyarakat. Agar pelaku pembunuhan pemangku adat Russel, 60, segera bisa ditangkap.

"Anggota masih di lapangan semua," jelasnya.

Sementara warga pun bersyukur. Trauma healing ini mereka butuhkan untuk meminimalisir trauma pasca-pembunuhan.

Setelah pembunuhan, warga mengaku masih waswas. Sejumlah anak-anak pun sempat diliburkan sekolah.

"Tapi kalau sekarang situasi sudah kondusif," kata Mei Christy, tokoh Dayak yang sejak awal mendampingi warga, dikontak terpisah, Senin (2/12).

Selanjutnya, warga juga berharap mendapat kepastian dari kepolisian. Bahwa tidak ada lagi truk batu bara yang melintasi jalan raya.

Termasuk mengungkap siapa yang mengondisikan agar truk-truk batu bara bisa melintas.

"Juga kami berharap segera terungkapnya dalang dan pelaku pembunuhan Pak Russel," kata Mei.

Russel tewas setelah diserang saat tertidur lelap di posko penjagaan angkutan batu bara di Muara Kate, Jumat 15 November 2024.

Tak hanya Russel, penyerangan pada pagi buta itu juga melukai Anson, 55 tahun, warga adat lainnya.

Keduanya, bersama-sama warga Muara Kate lainnya sudah sejak Oktober 2024 belakangan mendirikan posko. Posko di perbatasan Kalimantan Selatan dengan Kalimantan Timur itu untuk menghalau setiap angkutan batu bara yang akan memasuki wilayah Paser.

Aksi blokade ini sebagai bentuk keresahan dan protes mereka. Mengacu Peraturan Daerah Kalimantan Timur Nomor 10 tahun 2012, seharusnya truk batu bara menggunakan jalan hauling mereka sendiri.

Namun sudah setahun belakangan truk-truk pengangkut emas hitam lalu lalang di jalan nasional dusun mereka.

Bahkan, akhir Oktober lalu, seorang pendeta bernama Veronika tewas terlindas truk batu bara yang tak kuat menanjak.

Tewasnya Veronika menyusul perisitwa sebelumnya di mana seorang ustaz juga menjadi korban tabrak lari diduga truk batu bara.

Setengah bulan berlalu setelah penyerangan di posko, polisi belum juga berhasil mengungkap pelakunya.

Warga menduga kasus ini lamban mengingat beririsan langsung dengan perusahaan tambang.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :