EKSPOSKALTIM, Bontang - Gado-gado merupakan sajian atau olahan makanan yang sangat digemari oleh banyak kalangan. Rasanya yang enak, sayurnya yang segar, ditambah pula saus kacang yang lezat, membuat gado-gado selalu menggugah selera makan orang lain.
Di Kota Bontang, salad khas indonesia ini (gado-gado,red) menjadi salah satu untuk mencari rezeki dengan menjual gado-gado.
Sebut saja Sri’ in, warga Bontang yang satu ini sudah mulai berjualan gado-gado sejak tahun 2002 silam, dan kini masih mempertahankan ciri khas bentuk dan rasa yang masih sama pada resep tradisionalnya.
“Saya sudah kurang lebih 14 tahun berjualan mas, awalnya saya belajar membuat gado-gado ini mulai tahun 1993. Selama kurang lebih 5 tahun belajar membuat gado-gado, sampai akhirnya tahun 2002 saya baru dapat berjualan,” kata Sri saat ditemui, di jalan Awanglong, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Minggu (5/5/2016).
Sri menambahkan, yang menjadi alasan sehingga dirinya masih eksis berjualan gado-gado hingga saat ini, yakni dengan mempertahankan menu yang masih sama dengan tradisionalnya. Hal itulah yang membuat para penikmat gado-gado di kota Bontang menyukai gado-gado buatan Sri.
“Saya tidak pernah menambahkan atau mengurangi resep gado-gado saya dari awal, dari dulu ya tetap sama. Jika di tempat lain banyak menambahkan lauk pauk yang macam-macam, saya tidak. Dan alhamdullilah masih banyak yang gemari gado-gado saya,” terangnya.
Biasa pada waktu tertentu saja pengunjung antri untuk membeli, terlebih pada hari Sabtu dan Minggu. Namun pada hari kerja, kata dia, pengunjung tidak sampai antri karena ia juga sering menerima pesanan melalui kantor-kantor.
“Biasa pembeli rame pada saat hari libur. Dalam sehari itu, bisa mendapatkan sekitar 400 ribu perhari. Jika dihari kerja sekitar 300 ribu perharinya. Alhamdulilah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,” jelas Sri.
Sri menambahkan, sepiring gado-gado hanya dihargai 12 ribu, selain berjualan gado-gado, ia juga berjualan Es campur dan jajanan lainnya seperti keripik peyek dan rengginang. “Dengan harga yang cukup terjangkau, tetapi tidak menduakan soal rasanya,” celetuknya.

