17 Agustus 2019
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Gunakan Akses Jalan Umum, PT EUP Disemprot DPRD Bontang


Gunakan Akses Jalan Umum, PT EUP Disemprot DPRD Bontang
Kondisi RDP DPRD Bontang bersama OPD dan perwakilan PT EUP terkait penggunaan Jalan Umum untuk kendaraan roda 10, Senin (10/9). (EKSPOSKaltim/Endar).

EKSPOSKALTIM.com, Bontang - DPRD Bontang gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas permasalahan jalur angkut yang digunakan PT Energi Unggul Persada (PT EUP) dalam mengangkut tanah galian untuk dipergunakan pembangunan pabrik Crude Palm Oil (CPO) yang berlokasi di Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan.

Rapat yang berlangsung pada Senin (10/6/2019) siang itu dipimpin Ketua DPRD Bontang Nursalam, didampingi Wakil Ketua DPRD Bontang Faisal, Ketua Komisi 1 Agus Haris serta anggota Komisi 1 dan 3. Hadir pula Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Kepala Dinas DPMTK-PTSP, serta management PT EUP.

Baca juga: Nursalam Berang, Pimpinan PT EUP Terkesan Tak Hargai DPRD Bontang

Dijelaskan Ketua DPRD Bontang, penggunaan jalan umum yang digunakan PT EUP untuk mengangkut tanah guna penimbunan lahan pembangunan pabrik CPO sudah menyalahi aturan, di mana kendaraan yang digunakan merupakan kendaraan roda sepuluh dengan beban di atas 10 to. Terlebih, izin analisis dampak lingkungan lalu lintas (Amdal Lalin) tidak dimiliki.

"Ini sudah jelas menyalahi aturan, bisa dilihat akibat kendaraan tersebut insfrastruktur yang dibangun menggunakan APBD Bontang jadi rusak," kata Nursalam, sembari menunjukkan foto saat dirinya meninjau jalan tempat melintasinya kendaraan 10 roda milik PT EUP.

Baca juga: APT Pranoto Berkembang Pesat, Bandara Sepinggan Merosot 40 Persen

Hal senada pun diutarakan perwakilan Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang, Imran Agus. Kata dia, hingga saat ini Dishub Bontang tidak pernah menerima surat dari PT EUP guna menggunakan akses jalan umum untuk lalu lintas kendaraan roda 10 mereka. Kendati demikian, pihak Dishub enggan memberikan izin jikalau PT EUP menyerahkan surat, mengingat kapasitas jalan yang ada tidak akan mampu menahan bobot di atas 8 ton.

"Jalan di Bontang ini kualitasnya C, yakni beban yang bisa ditampung tidak lebih dari 8 ton," jelasnya. (adv)

Reporter : Endar    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0