10 Desember 2019
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

OPINI: Perlukah SDA Dikelola Aseng


OPINI: Perlukah SDA Dikelola Aseng
Foto: Herda (Aktivis Dakwah Sanggatta)

EKSPOSKALTIM.com - Indonesia, Direktorat Kalimantan, forest, freshwater, Wawan Efendi menyebutkan bahwa karst adalah ekosistem unik di dunia. Selain karts juga ada gambut dan kerangas yang merupakan ekosistem esensial yang ada di Indonesia. Karst Sangkulirang Mangkalihat terletak di Kalimantan Timur, tepatnya di Kabupaten Kutai Timur Luas kawasan Kalimantan Timur mencapai 3.642.860 ha (terbesar di Pulau Kalimantan). Luasan tersebar berupa hamparan karst yang terletak di Kabupaten Berau dan Kabupaten KutaiTimur dengan luasan mencapai 2.145.301 ha atau sekitar 59% dari luasan karst di Kalimantan Timur.(kompasiana.com)

Karst sendiri memiliki flora dan fauna yang beragam, selain memilki vegetasi dan satwa liar yang unik yang jarang dijumpai ditempat lain, di sana juga dihuni oleh hewan endemic yang dilindungi. Karst sendiri menjadi salah satu mangsa yang terus dicari oleh industry semen. Hal itu dikarenakan formasi batu gamping dan batu kapur merupakan bahan baku yang berkualitas untuk pembuatan semen. Organisasi pelestaria global direktoral Kaltim menyebutkan, fungsi utama karst sendiri sebagai penyimpanan sumber air.

Baca juga: Antisipasi Serangan Fajar, Bawaslu Kaltim Gandeng Caleg Bersih

Gubernur dan Wakil Gubenur Kaltim, H Isran Noor dan H Hadi Mulyadi menerima kunjungan Pemerintah Provinsi Zhejiang Republik Rakyat Tiongkok bersama Hongshi Group di Ruang RapatT epian II, Lantai II Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (15/03/19). Di sisi lain, Pemprov Kaltim bersama Pemprov Zhejang dan Hongshi Holding Group telah membahas proyek senilai $1 miliar dolar atau setara Rp 14 triliun tuk ekspolitasi industrye straktif (pabrik semen), yang diperkirakan bisa menampung sekitar 1000 tenaga kerja. Gubernur Isran Noor menyambut baik rencana tersebut. Namun ditegaskan agar tenaga kerja yang diserap harus dominan tenga kerja lokal. Selain juga memperhatkan aspek kelestarian lingkungan dan ahli teknologi daerah. (kaltim.prokal.co (15/03/19)

Rencana pabrik ini akan dibangun di Desa Sekerat pada kawasan yang masuk pada bentangan Karst Sangkulirang-Mangkalihat. Pemerintah menyetujui munculnya pabrik semen karna akan menampung ribuan tenaga kerja lokal. Hal itu, seakan berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan. Masyarakat lokal yang ada di sekitar bentangan karst berjumlah sekitar seribu lebih, mayoritas di antaranya sudah bekerja pada 3 perusahaan tambang yang sudah beroperasi jauh hari. Mereka sudah kerja semua, bahkan yang sudah tua tua, jadi kalau alasan untuk memperkerjakan seribu tenaga kerja lokal, ini sangat tidak masuk akal. Saat ini juga orang Cina yang tidak bisa berbahasa Indonesia sudah stay di sekitar lokasi juga untuk target pembangunannya.

Sistem kapitalis hanya menguntungkan pihak asing tanpa memperhatikan bahaya bagi lingkungan dan masyarakatnya. Seharusnya sebagai makhluk sosial dan pemerintah, dalam melakukan aktivitas ekonomi baik itu produksi, distribusi maupun konsumsi juga memperhatikan dampak terhdap lingkungan sosial dan keberlanjutan sumberdaya tersebut agar bisa tetap dimanfaatkan oleh generasi berikutnya. Dalam Islam, sebenarnya Allah membolehkan manusiau ntuk memanfaatkan semua yang ada di bumi:

“(Dialah) Yang menundukan untuk kalian apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi” (Q.S Al Jatsiyah:13)

Mindset yang dibangun bukan memanfaatkan sumber daya alam untuk menumpuk kekayaan, akan tetapi memanfaatkan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan manusia, sehingga ada rambu-rambu yang mengatur dalam pemanfaatan sumber daya alam tersebut. Dalam Al-Quran menjelaskan pada surat,

“Makan dan minumlah kalian dari rezeki yang telah Allah berikan dan jangan berkeliaran di muka bumi ini dengan berbuat kerusakan”.(TQS. Al Baqarah:60)

Hal ini diperkuat prinsip yang disampaikan oleh nabi “tidak memadaratkan diri sendiri dan tidak memudaratkan orang lain” (H.R Ibn Majah, Ahmad, Malik).

Baca juga: Anggota DPRD Kaltim Dilaporkan Atas Dugaan Penipuan

Rambu yang menjadi acuan adalah tidak berbuat kerusakan. Selain itu, pemanfaatan sumber daya alam juga tidak boleh merugikan diri sendiri dan orang lain. Untuk menjaga rambu-rambu ini peran negara sangat penting. Dalam hal ini, pemerintah mesti menegakkan aturan dengan tegas, karena sumber daya alam merupakan common property sehingga boleh dimanfaatkan oleh masyarakat. Jika aturan tidak benar-benar ditegakkan maka bisa saja terjadi Tragedy of The Common atau tragedi terhadap barang kepemilikan bersama, dimana sumber daya tersebut akan habis karena dimanfaatkan terus menerus tanpa ada yang memikirkan keberlajutan sumber daya tersebut.

Islam memberikan solusi dalam pemanfaatan sumber daya alam. Al-Quran dan As Sunnah sudah memberikan rambu-rambu dalam pemanfaatan sumber daya alam. Menurut Al Ghazali tujuan syariah Islam adalah untuk meningkatkan kesejahteraan manusia yang terletak pada perlindungan iman, jiwa, akal, keturunan dan harta. Sehingga jika pemanfaatan sumber daya alam tersebut justru membahayakan jiwa, iman, akal, keturunan dan harta, atau sebagiannya maka sudah tidak sesuai dengan tujuan syariah. Jika hal tersebut terjadi, maka negara wajib mengevaluasi dan mengambil tidakan untuk melindungi masyarakatnya. Tentu untuk mencapai kondisi yang ideal memerlukan perubahan terutama pada mindset tentang ekonomi. Dan Islam sudah menawarkan konsep ekonomi yang menyeluruh jauh-jauh hari sekitar 1400 tahun yang lalu.

Wa Allahu A’lam Bis Shawab.

Penulis: Herda (Aktivis Dakwah Sanggatta)

Reporter :     Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0