EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Anggota Komisi 2 DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang, menyesalkan pihak PT Torindo Utama Sakti (TUS), masih menyisakan bekas galian pipa yang berdampak pada rusaknya Infrastruktur jalan.
"Selaku Komisi 2, kami sengaja mengundang pihak TUS untuk menggali keterangan laporan warga terkait rusaknya infrastruktur jalan pasca penggalian pipanisasi gas, namun pihak terkait tidak hadir," ujar Bakhtiar Wakkang, dalam rapat gabungan, Selasa (26/3).
Baca juga: 128 Aset Pemkot Bontang Belum Bersertifikat, Arif Minta Segera Diinventarisir
Ia menuturkan, sejatinya pihak TUS harus hadir dalam agenda ini untuk memberi klarifikasi atas aduan warga.
"Berdasarkan informasi, pihak TUS menggali untuk jaringan pipa gas, sebelum ditinggalkan. Inilah sebab masyarakat mengadukan hal ini ke kami, namun sayangnya pihak TUS tidak hadir dalam rapat kali ini," ujarnya.
Sementara itu, terkait dengan penggalian pipa. Pihak BME, Kasmiran Rais, mengaku sudah sering mengingatkan PT TUS untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak.
Baca juga: Literasi Media, Anggota DPRD Kutim Beri Arahan Penyiaran Radio dan TV Lokal Kutim
"Kami sudah imbaukan dan diminta untuk memperbaiki galian yang telah dirusaknya. Bahkan kami sudah bersurat secara resmi, namun tidak ada jawaban hingga saat ini," ujarnya
Menurut Kasmiran, pihak TUS hanya memberikan harapan akan memperbaikinya. Namun hingga kini belum ada jawaban pasti.
"Seharusnya mereka mengindahkan anjuran kami, karena ini adalah integritas perusahaan sebagai rasa tanggung jawab," tandasnya. (adv)

