PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Ratusan Massa Demo di Kantor Gubernur, Tolak Pabrik Semen di Kutim dan Berau

Home Berita Ratusan Massa Demo Di Kan ...

Ratusan Massa Demo di Kantor Gubernur, Tolak Pabrik Semen di Kutim dan Berau
Massa memadati depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Samarinda, Senin (25/3). (EKSPOSKaltim/Muslim)

EKSPOSKALTIM.com, Samarinda - Ratusan massa melakukan aksi demo di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Jalan Gajah Mada, Samarinda, Senin (25/3/2018).

Massa yang umumnya mahasiswa ini mengatasnamakan dirinya Aliansi Masyarakat Peduli Karst (AMPK) Kaltim. Mereka menyuarakan penolakannya terhadap rencana pembangunan pabrik semen di Kaltim yang akan dilakukan oleh Pemprov dengan investor. Lokasi pabrik tersebut berada di Kabupaten Kutai Timur dan Berau.

Baca juga: Marak Kebakaran, Anggota DPRD Bontang Minta Instalasi Listrik Usang Diremajakan

"Tolak, tolak, tolak pabrik semen. Tolak pabrik semen sekarang juga," seru massa yang dihadang oleh aparat kepolisian bersenjata lengkap.

Dalam keterangannya, aksi massa ini mempunyai 6 poin tuntutan kepada Gubernur Kaltim Isran Noor. Pertama, menolak pembangunan pabrik semen di Kaltim. Kedua, menolak segala bentuk eksploitasi yang merusak alam. Ketiga, berikan hak atas tanah untuk mengembangkan ekonomi terbarukan yang ramah lingkungan. Keempat, menolak isi draf raperda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023, Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K). Kelima, menolak segala bentuk kriminalisasi gerakan. Terakhir, menuntut pemprov mencabut semua Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang ada di KARST Sangkulirang.

AMPK menyebut, mengacu pada Pergub Nomor 67/2012 ada sekitar 190 ribu lahan di eksostem karst Sangkulirang Mangkalihat yang terancam oleh penambangan pabrik semen. AMPK khawatir jika itu dilakukan maka akan merusak ekologi kawasan karst. Mereka menanggapi keluarnya izin untuk industri semen di Biduk-biduk, Kabupaten Berau. Masyarakat setempat menolak rencana tersebut karena ikhawatirkan akan merusak lingkungan dan mata pencaharian mereka sebagai nelayan.

Daerah Biduk-biduk selama ini juga dikenal sebagai daerah wisata berbasis karst-bahari. Keindahan Biduk-biduk, Teluk Sulaiman, Teluk Sumbang hingga Tanjung Mangkalihat sangat elok. Masyarakat setempat bahkan sudah membangun tempat wisata di pinggir pantai Teluk Sumbang.

Baca juga: Komisi Gabungan DPRD Bontang Desak Pemkot Tuntaskan Perizinan Proyek CPO

Dalam aksi massa tersebut, tampak terjadi bentrokan. Mulanya, ketika massa mencoba sesekali memaksa masuk ke dalam kantor gubernuran. Akibatnya, aksi saling dorong antara pengunjuk rasa dengan aparat tak terhindarkan. Setelah membakar ban, lemparan air minum kemasan hingga batu melayang di tengah-tengah kerumunan, menghiasi aksi kali ini. Bentrokan tersebut mengakibatkan pihak keamanan terluka di bagian kepala.

Wakapolresta Samarinda AKBP Dedi Agustono mengakui anggotanya dan awak media menjadi korban aksi anarki mahasiswa. Pihaknya menurunkan 400 personil kepolisian terdiri dari 250 Polresta dan 150 dari Brimob lengkap.

"Yang jelas, situasi sudah kita kendalikan, dan pengunjuk rasa kembali dengan tertib," ucap AKBP Dedi Agustono, kepada wartawan di lokasi. (*)


Editor : Abdullah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :