22 September 2019
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Kekurangan Pengawas, DLH Kaltim Kewalahan Tangani Kasus Lingkungan


Kekurangan Pengawas, DLH Kaltim Kewalahan Tangani Kasus Lingkungan
Sekretaris DLH Kaltim, Rafidin Rizal. (EKSPOSKaltim/Muslim)

EKSPOSKALTIM.com, Samarinda - Masalah lingkungan di Kalimantan Timur (Kaltim) masih menjadi persoalan serius. Berbagai kasus pencemaran lingkungan terus terjadi di Benua Etam. Namun sayang, belum ada keseriusan dalam proses penanganannya. Hal ini diakui oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim.

DLH Kaltim mengakui kewalahan menangani kasus lingkungan di Kaltim. Pasalnya, DLH Kaltim hanya memiliki satu orang Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH) di Kaltim.

Baca juga: Dewan Kaltim Pertanyakan Perpanjangan Waktu Proyek Jembatan Kembar

"Kita cukup kewalahan menangani kasus lingkungan hidup, sebab di Kaltim hanya satu orang PPLH," kata Sekretaris DLH Kaltim, Rafidin Rizal, yang ditemui baru-baru ini, usai rapat pansus Raperda Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup di DPRD Kaltim, Samarinda.

Rizal mengaku sebelum bertugas di DLH provinsi, ada lima petugas PPLH di Kaltim. Namun seiring dengan waktu, hanya satu orang PPLH yang tersisa. Sementara keempat orang tersebut telah beralih menjadi pejabat struktural.

Soal data lingkungan hidup di Kaltim, Rizal belum bisa membeberkan ada berapa, sebab dirinya baru beberapa bulan menjabat Sekretaris DLH Kaltim. Sebelumnya, Rizal adalah Kepala Dinas DLH Kutai Timur. "Nanti saya cek data dulu ya," katanya.

Baca juga: Soal Rekrutmen Tenaga Kerja, Bilher: Tidak Ada Lagi Lewat Pintu Belakang

Rizal mengaku butuh 10 PPLH di Kaltim untuk menangani kasus lingkungan hidup di Kaltim. "Idealnya 10 orang petugas PPLH untuk menangani 10 kabupaten/kota. Tapi untuk sekarang cukup lima orang aja, sebab petugas PPLH tidak mudah dicari," katanya.

Menurutnya, tidak sembarangan untuk menunjuk petugas PPLH. "Syarat mengangkat PPLH harus kompeten dan punya sertifikasi," ujarnya.

Rizal mengaku pelatihan untuk PPLH sudah dibatasi KLH (Kementrian Lingkungan Hidup). Bahkan Rizal mengaku hingga kini belum ada pelatihan PPLH karena yang berhak melakukan pelatihan adalah KLH.

"Saat saya di Kutim saya punya tenaga PPLH yang direkrut tahun 2015. Dan sampai sekarang tidak ada pelatihan untuk usulan PPLH," tandasnya. (*)

Reporter : Muslim Hidayat    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0