17 Februari 2019
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Klaim Merugi Ratusan Juta, Kelompok Tani Ngadu ke DPRD Bontang


Klaim Merugi Ratusan Juta, Kelompok Tani Ngadu ke DPRD Bontang
Komisi 3 DPRD Bontang saat menerima aspirasi kelompok tani budidaya rumput laut asal kampung Tihi-Tihi, Senin (11/2). (EKSPOSKaltim/Endar)

EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Komisi 3 DPRD Bontang menerima sekaligus menampung keluhan kelompok tani budidaya rumput laut asal kampung Tihi-Tihi, yang mengaku merugi hingga ratusan juta akibat aktivitas pengerukan alur laut yang diduga dilakukan sub kontraktor PT Graha Power Kaltim( GPK), Senin (11/2).

Ketua kelompok tani budidaya rumput laut tersebut, Maskur, mengemukakan bahwa tanaman rumput laut miliknya rusak hingga gagal panen sebanyak 171 petak.

Baca juga: Antisipasi Kampanye Terselubung, Bawaslu Awasi Reses DPRD Kaltim

"Kami menduga ini akibat aktivitas pengerukan alur laut sehingga tanaman kami rusak total," kata Maskur.

Diakuinya bahwa sebelumnya tanaman rumput laut mereka bisa menghasilkan 21 ton rumput laut.

"Kemungkinannya karena jarak pengerukan alur laut itu hanya berjarak 1 kilometer dari lahan kami," katanya.

Tak hanya Maskur, kerugian juga dialami anggota kelompoknya seperti Samal sebanyak 70 petak lahan, Rusming 45 petak lahan, serta

Hamzah 57 petak lahan. Jika ditotal keseluruhan berjumlah 343 petak lahan.

Akibat matinya tanaman rumput laut mereka sejumlah anggota kelompok tani meminta dan menuntut pihak GPK melakukan ganti rugi karena gagal panen.

"Kami minta ganti rugi Rp 250 juta. Kami berharap ini menutupi kerugian yang kami alami," tambah Maskur.

Ketua Komisi 3, Rustam HS meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang, agar dalam waktu dekat menyampaikan rekomendasi dan kondisi rumput laut milik kelompok tani.

"Kesimpulan rapat ini, kami tunggu rekomendasi dari dua dinas ini. Setelah itu, kami akan menindaklanjuti persoalan ini. Apakah memanggil pihak terkait, atau langsung ke lapangan," terangnya.

Baca juga: Jalin Silaturahmi Antar Rekanan dan JVC, Pupuk Kaltim Gelar Fire And Rescue

Sementara itu, Kepala Bidang Tangkap dan Budidaya DKP3 Bontang, Syamsu Wardi berjanji akan melakukan investigasi terkait masalah ini, dan meminta waktu sekira satu minggu ke depan.

Selanjutnya, lanjut Syamsu Wardi, pihaknya akan menyampaikan rekomendasi ke Komisi 3, seperti data kelompok tani, serta lahan yang terdampak.

"Kami akan melakukan investigasi apakah benar akibat dampak pengerukan alur laut atau penyebab lain, kami akan beberkan nanti," singkatnya. (Adv)

Reporter : Endar    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0