PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

BEGINI CARA AMAN MENOLONG KORBAN KECELAKAAN BERMOTOR

Home Berita Begini Cara Aman Menolong ...

BEGINI CARA AMAN MENOLONG KORBAN KECELAKAAN BERMOTOR
Sitti Maisyaroh, Dokter IGD Rumah Sakit Islam Bontang. (Eksposkaltim/Ismail)

EKSPOSKALTIM, Bontang - Sebagai orang awam, anda mungkin tidak tahu bagaimana cara memberi pertolongan pertama kepada korban kecelakaan bermotor. Untuk itu anda harus mempelajarinya, agar sewaktu-waktu anda melihat insiden kecelakaan, anda sudah siap memberikan pertolongan.

Dokter Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Islam Bontang, Sitti Maisyaroh mengatakan, hal pertama yang perlu dilakukan adalah, selalu menyiapkan perangkat Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) di bagasi atau di jok kendaraan.

"Pastikan di dalamnya terdapat perban, kapas, plester, sarung tangan sekali pakai, dan kantong plastik bersih. Setelah itu, anda harus mengetahui apa saja yang dialami seseorang yang mengalami kecelakaan," kata Sitti, saat ditemui di RSIB, Sabtu (18/6/16).

Lanjut Sitti, pada korban kecelakaan sepeda motor, terdapat kemungkinan akan mengalami beberapa hal seperti pendarahan, luka bakar, keseleo, patah tulang, syok, maupun pingsan. 

"Terkadang sulit untuk mengetahui korban kecelakaan mengalami patah tulang atau tidak. Namun jika korban merasakan sakit pada bagian tubuhnya, dan tidak bisa menggerakkannya, kemungkinan korban mengalami patah tulang,” cetusnya.

Pada kondisi tersebut, pertolongan pertama yang harus dilakukan adalah, jangan sekali-kali Anda menggerakkan bagian tubuh yang mengalami patah tulang.

“Jika mengalami patah tulang pada kaki atau tangan, pertolongan pertama mengikat kaki dengan baju, jaket atau kain agar tulang tidak bergeser. Namun jika patah tulang terjadi pada tulang belakang, maka segera hubungi tim medis untuk segera dilakukan pertolongan. Dalam kondisi seperti ini, jangan memberikan minuman atau makanan kepada korban," katanya.

Sitti mengatakan, hal yang harus diwaspadai adalah cedera patah leher, dan langsung diangkat. Langkah tersebut akan mengakibatkan sumbu tubuh, alias zona tulang belakang akan tidak lurus.

"Tulang leher cedera dan bengkak, akan menjepit syaraf, dan mengakibatkan kelumpuhan. Penyangga leher berguna agar kepala tidak bergerak ke kanan dan kiri, hingga tak ada syaraf terjepit," urai Sitti.

Sitti menambahkan, sederhananya, jika bertemu korban jatuh di jalanan, ingat jalan pernafasan dan sirkulasi pernafasan (circulation) .

“Coba tanya kesadarannya, dengan cara menanyakan nama atau hari apa. Jika ia menjawab, artinya memang sadar, dan jalan nafas dari hidung, tenggorokan ke paru-paru berjalan normal. Pernafasan ini berhubungan dengan jalur nafas,” pungkasnya.

Dalam beberapa kasus, saat ada korban jatuh, ia tidak dibaringkan di tempat rata, justru diberi bantal atau malah kepala dipangku.

"Tidak lurusnya posisi ini, membuat korban makin sulit bernafas dan bisa meninggal. Jika tidak memiliki pengetahuan memadai, sebaiknya memang diamkan dan panggil petugas medis terdekat,” jelasnya

Dalam situasi lain, kita sering menemukan kejadian korban diberi minum saat terbaring lemah di jalanan. Latar belakangnya, tentu ketidak-tahuan tentang pertolongan pertama pada kecelakaan, atau budaya kita yang sering memberi minum dalam situasi traumatis. 

”Jangan memberikan minum kepada korban paska kecelakaan, karena kemungkinan ada darah beku atau muntahan yang tertelan bersama air.  Akibatnya, paru-paru bisa tersumbat dan korban bisa gagal bernafas,” pungkasnya.


Editor : Maulana
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :