EKSPOSKALTIM, Bontang - Tekanan darah tinggi (Hipertensi. red), adalah kondisi medis di mana terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis (dalam jangka waktu lama). Jika ingin berpuasa, ada beberapa hal yang harus diperhatikan seorang penderita hipertensi ini, diantaranya rutin memeriksa tekanan darah, minimal dua kali sehari selama berpuasa, yaitu pada pagi hari sekitar pukul 7, dan malam hari setelah salat tarawih.
Sebagian besar penderita hipertensi, tidak menimbulkan gejala. Meskipun secara tidak sengaja, terjadi beberapa gejala secara bersamaan hingga dipercaya berhubungan dengan tekanan darah tinggi (padahal tidak selalu).Gejala yang dimaksud antara lain sakit kepala, pusing, wajah kemerahan dan kelelahan, yang bisa saja terjadi baik pada penderita hipertensi, maupun pada seseorang dengan tekanan darah yang normal. Jika hipertensinya berat (menahun. red) dan tidak diobati, bisa menimbulkan gejala seperti sakit kepala, kelelahan, mual, muntah, sesak nafas, gelisah, pandangan menjadi kabur, dan terjadi kerusakan pada otak, mata, jantung dan ginjal.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Pupuk Kalimantan Timur (RS PKT), Anney Baron mengatakan, selama berpuasa, hendaknya menjaga tekanan darah supaya tetap di bawah 140/90 mmHg. "Pada batas itu, Insya Allah aman berpuasa. Seseorang yang memiliki tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg juga boleh berpuasa, selama terkontrol dengan obat, rutin memantau tekanan darah, dan selalu konsultasi dengan dokter,” Kata Anney di RS PKT, Jumat (17/6/2016).
Anney menyarankan untuk rutin meminum obat yang diresepkan oleh dokter, agar bisa terkontrol kadar gula yang ada di dalam tubuh, sehingga bisa lebih kuat selama menjalankan ibadah puasa.
“Mintalah dokter untuk memberikan obat yang diminum satu kali dalam sehari, supaya lebih mudah mengingat. Biasanya tekanan darah melonjak pada waktu subuh, kemudian akan turun menjelang siang. Untuk itu, ketika makan sahur merupakan waktu paling baik untuk minum obat anti hipertensi,” jelasnya.
Anney mengimbuhkan, penderita penyakit hipertensi di anjurkan untuk tidur cukup, agar tekanan darah didalam tubuh bisa terkontrol. Karena dengan banyak beraktifitas, tekanan darah akan semakin meningkat.
“Karena kurang tidur dapat memicu emosi menjadi labil, yang bisa meningkatkan tekanan darah," pungkasnya.
Pada dasarnya, lanjut Anney menambahkan, selama penyakit yang diderita bukan penyakit komplikasi dan infeksi berat, seseorang tetap boleh berpuasa. Tentu saja dengan catatan, penyakitnya terkontrol, tetap minum obat, serta rutin memeriksakan diri ke dokter.

