EKSPOSKALTIM, Bontang – Tak dapat dipungkiri jika pajak kendaraan bermotor menjadi salah satu penyumbang terbesar pendapatan asli daerah (PAD). Namun hingga awal Juni 2016 ini, pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelayanan Pendapatan Dinas Pendapatan Keuangan Daerah (DPKD) Bontang, M Akhyar Fahlevi, mengatakan kondisi ini dipicu anjloknya nilai rupiah dan turunnya daya beli kendaraan bermotor masyarakat Bontang sejak tahun 2015 hingga sekarang.
“Ekonomi lesu menyebabkan pendapatan kita dari PKB dan BBNKB ikut menurun,” katanya saat ditemui Eksposkaltim, Jalan Awang Long, Tanjung Limau, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Kamis (9/6/2016).
Ia menambahkan, penurunan pendapatan dari sektor ini berkisar 25 hingga 30 persen. Namun angka ini terbilang masih rendah bila dibandingkan angka Nasional yang mencapai 20 persen.
“Kelesuan ekonomi ini berdampak hampir semua lini. Tidak hanya di Bontang, tapi juga hampir di seluruh daerah di Indonesia,” terangnya.
Namun ditegaskannya, pihaknya terus berupaya agar pendapatan dari PKB dan BBNKB tidak terus anjlok. Salah satunya dengan menyediakan pelayanan Samsat di Mall dalam waktu dekat ini, selain tetap memberikan pelayanan Samsat keliling. (*)

