EKSPOSKALTIM, Bontang - Sejumlah warung makan di sepanjang jalan Sultan Hasanuddin, Berbas Kota Bontang memilih untuk tidak berjualan di siang hari selama Ramadhan. Hal ini dilakukan, sebagai bentuk toleransi kepada umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan 1437 Hijiriah ini.
Pemilik warung pecel lele, Sukarno, mengatakan jika dirinya memang sengaja menutup warung di siang hari, sebagai rasa hormat kepada umat Islam yang sedangmenjalankan ibadah puasa.
"Setiap bulan puasa seperti ini, memang saya tutup pada siang hari untuk menghormati orang-orang yang sedang puasa. Tapi saya akan buka warungnya pada sore hari sekitar pukul 16.00 wita, menjelang waktu buka puasa," kata Sukarno, saat ditemui Eksposkaltim diwarungnya, Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Berbas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan, Kamis (09/06/2016
Sukarno menjelaskan, dirinya beralasan tidak berjualan karena kasihan terhadap orang yang berpuasa, jika harus tergoda dengan warung yang buka disiang hari, padahal niatnya ingin berpuasa secara penuh.
"Jika saya buka siang, kalau ada yang makan disini saya merasa bersalah nantinya. Takut jika orang tersebut membatalkan puasanya karena warung saya, hal seperti itu termasuk berdosa, jadi mending saya tutup saja," terangnya.
Dari pantauan Eksposkaltim, tidak semua warung makan menerapkan hal yang sama seperti yang dilakukan Sukarno, pasalnya beberapa warung makan lainnya memilih untuk tetap berjualan. Seperti sejumlah warung makan di Jalan Awang Long, yang memilih tetap berjualan mulai pagi hari hingga menjelang magrib.
Pengelola warung makan, Sri, mengakui pihaknya tetap membuka warung karena warung tersebut adalah penopang hidupnya untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.
"Saya tetap berjualan mas, karena untuk pendapatan saya sehari-hari. Saya hanya mengandalkan warung makan ini saja, tetapi saya tidak buka secara blak blakan. Saya tetap menghormati orang berpuasa, dengan cara berjualan secara tertutup," terang Sri, yang ditemui di warungnya, Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara.
Menurutnya, tidak jadi masalah jika warung makan harus berjualan disiang hari pada bulan puasa, selama para pemilik warung masih memiliki rasa hormat untuk tidak berjualan secara terbuka seperti hari biasanya.
"Saya kira tidak jadi masalah, kalau buka disiang hari, karena saya juga berpuasa. Jika seorang niat berpuasa, bagaimanapun caranya akan tetap menjaga puasanya, walaupun harus melihat warung yang terpampang jelas sedang berjualan dan melihat beraneka ragam makanan yang dijajakan," tutupnya.

