EKSPOSKALTIM, Samarinda - Buruknya kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), mendapat sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim.
BUMD yang diharapkan bisa berkontribusi dalam pemasukan daerah, ternyata belum maksimal memberikan kontribusi kepada pendapatan asli daerah (PAD).
Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Dahri Yasin mengusulkan agar Pemprov Kaltim segera membuat holding BUMD. Tujuannya, untuk mengefektivitaskan kinerja seluruh Perusahaan Milik Daerah (Perusda).
Hal ini penting dilakukan, kata dia, sebab pemerintah harus menghemat pengeluaran di tengah belum stabilnya kondisi keuangan daerah. Dengan dibentuknya holding, menurutnya, akan lebih mudah DPRD Kaltim dan masyarakat dalam melakukan pengawasan atas kinerja BUMD.
“Karena kita harus evalusi secara menyeluruh, mana yang kinerjanya baik mana yang tidak. Sekarang inikan sulit,” katanya, Jumat (17/11).
Baca: Terkait Sekprov Ditegur, Ketua DPRD Kaltim Sebut Tidak Prinsipil
Politisi Partai Golkar ini menilai, pembentukan holding BUMD mesti dipercepat, karena kinerja BUMD sangat mengecewakan.
Menurutnya, kontribusi BUMD kepada kas daerah tak sesuai harapan, padahal penyertaan modal yang dikucurkan melalui APBD terus dilakukan.
Saat ini, kata dia, pemprov cendrung mempertahankan BUMD yang bahkan tidak memiliki kontribusi apapun untuk Kaltim.
“Sampai triliunan pertahun bahkan. Kalau dibentuk holding lebih mudah diawasinya. Dari pada mempertahankan yang sekarang, tidak jelas setoran untuk kas daerah. Bahkan sangat minim, untuk apa dipertahankan perusahaan yang tidak memberikan kontribusi,” ujarnya.
Baca: APBD 2018 Kaltim Disepakati 8,341 Triliun
Ia memenyatakan, sejauh ini pemprov belum ada niat serius untuk membenahi kinerja BUMD. Misalnya, kata dia, BUMD di bidang penerbangan, yaitu Kaltim Air.
“Ini bisa diseriusi karena ada peluang bisnis. Kalstar sudah tidak beroperasi lagi. Tapi apa kabarnya Kaltim Air? Sejak pertama kali diuji coba sampai sekarang tidak ada kabarnyanya lagi,” ucapnya.
Untuk itu, ia menambahkan, seluruh BUMD perlu dievalusi menyeluruh. Melihat dari penyertaan modal dengan kontribusinya terhadap kas daerah.
“Kalau ada yang timpang buat apa dipertahankan, bubarkan saja,” pintanya. (adv)
Tonton juga video-video menarik di bawah ini:
VIDEO: Diskominfotik Bontang Dapat Kunjungan dari Komisi Informasi Kaltim
ekspos tv
VIDEO: Ikut Bontang City Expo 2017, Diskominfo Usung Tema Bontang Jago Smart City
ekspos tv
VIDEO: Peringatan Hari Pahlawan ke 72 Berlangsung Khidmat
ekspos tv

