EKSPOSKALTIM, Bontang - Agenda Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang untuk merubah wajah Tempat Hiburan Malam (THM) Prakla, sebagai tempat wisata terpadu yang terintegrasi dengan hutan mangrove, akan digencarkan ditahun ini melalui APBD perubahan.
Wakil Walikota (Wawali) Bontang Basri Rase mengatakan, usulan pengubahan wajah baru Prakla telah dimasukkan dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)-Perubahan. Selain itu, pihaknya telah mengintruksikan Dinas Tata Ruang dan Kota (DTRK) untuk membuat kajian terkait hal tersebut, termasuk menggandeng perusahaan yang ada di Kota Taman.
“Kebetulan kampung Prakla bagian dari Badak LNG, kami harapkan perusahaan migas ini menyalurkan Corporate Sosial Responsibility (CSR) mereka untuk rencana ini,” tuturnya, saat ditemui di kantor Camat Bontang Utara, usai rapat kerja pembentukan tim terpadu penutupan lokasi prostitusi di Kota Bontang, Selasa, (24/05/2016).
Tak hanya sampai disitu, di Prakla juga nantinya akan dibangun Tempat Pelelangan Ikan (TPI) untuk membantu fungsi TPI di Tanjung Limau yang telah beroperasi lebih dulu. Sebab kata Basri, dulunya Prakla merupakan TPI, namun lambat laun fungsinya bergeser karena pemerintah kala itu belum serius memanfaatkan potensi tersebut.
“Selain merubah Prakla jadi tempat wisata terpadu, Prakla juga akan dibangun TPI untuk membantu fungsi TPI di Tanjung Limau,” ujarnya. (*)

