25 Oktober 2020
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Penyidikan Tiga Kasus Korupsi di Mahulu-Kubar Ditarget Rampung Dua Bulan Kedepan


Penyidikan Tiga Kasus Korupsi di Mahulu-Kubar Ditarget Rampung Dua Bulan Kedepan
Jembatan Tikah yang menghubungkan antara ibukota Mahulu, yakni Kampung Ujoh Bilang dengan Kelurahan Long Bagun itu hingga kini tak kunjung rampung, kuat dugaan jika dana proyek pembangunannya diselewengkan. (Dok Ekspos Kaltim)

EKSPOSKALTIM, Samarinda – Penyidikan terhadap tiga kasus dugaan korupsi yang terjadi di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) dan Kutai Barat (Kubar) ditarget masuk ke tahap penuntutan pada September 2017 mendatang. 

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim Fadil Zuhmana. Fadil yang mengaku sedang berada di Jakarta ini mengatakan kasus secepatnya akan diselesaikan agar dapat segera dilimpahkan ke pengadilan.  

“Penyidikan kami lakukan bersama Kejari Kubar dan Mahulu secepatnya akan kita selesaikan, target kami September bisa sudah dilimpahkan” ujarnya saat dikonfirmasi via seluler, Jumat (7/7) sore. 

Dari tiga kasus korupsi ini, kata Fadil, negara merugi sekira lebih dari Rp 50 miliar. Fadil mengungkapan, dalam dua bulan ini pihaknya masih melakukan pengumpulan barang bukti tambahan, maupun kelengkapan keterangan dari para saksi ahli.

“Mencocokan data dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Kaltim untuk menentukan jumlah pasti berapa total uang negara yang dikorupsi, karena Rp 50 miliar masih dalam perkiraan saja,” paparnya. 

Lanjut Fadil, salah satu proyek yang diduga bermasalah adalah pembangunan Jembatan Tikah yang berada di Kabupaten Mahulu. Dalam pelaksanaannya terhitung sejak medio Agustus 2015 silam, jembatan yang menghubungkan antara ibukota Mahulu, yakni Kampung Ujoh Bilang dengan Kelurahan Long Bagun itu hingga kini belum juga rampung.

Belakangan, kejati berhasil menetapkan empat nama yang diduga sebagai pelaku penyelewengan dana. Termasuk kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Mahulu berinisial BE. “Kepala Dinas PU inisial BE kami tetapkan tersangka bersama tiga anggotanya,” terang Fadil. 

Proyek Jembatan Tikah tersebut merugikan negara senilai Rp 2,67 miliar. Sedangkan nilai kontrak proyek senilai Rp 4,9 miliar bersumber dari dana hibah Kaltim melalui APBD 2015.

Kasus korupsi lainnya terjadi di Kabupaten Kubar. Penyelewengan terjadi pada pengelolaan dana hibah senilai Rp 18 miliar yang rencananya diberikan kepada 3 yayasan pendidikan di Kubar, dari sumber dana APBD Provinsi Kaltim 2013.

Yang terakhir adalah dugaan kasus korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Harapan Insan Sendawar. Diperkirakan nilai kerugian negara mencapai Rp 3,3 miliar, melalui sumber dana APBD Kaltim 2012.

“Kami sudah tetapkan dua tersangka, bahkan tidak menutup kemungkinan masih banyak lagi yang terlibat, kepala daerah juga terindikasi,” ujar Fadil kepada awak media, Rabu (6/7) kemarin.

Reporter : Slamet Riyadi    Editor : Fariz Fadhillah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%100%


Comments

comments


Komentar: 0