EKSPOSKALTIM, Kutim - Momen Ramadan selalu diramaikan dengan petasan. Di sepanjang ruas jalan kota di Sangatta bahkan sudah dipenuhi penjual petasan sepekan menjelang bulan puasa dan biasanya sampai Idul Fitri nanti.
Meski membahayakan dan banyak contoh korban akibat petasan, tidak membuat peminatnya menurun. Salah satunya penjual yang meraup untung dari petasan adalah Ashar (27), yang sebelumnya menjual buah-buahan.
Menurutnya, momen tersebut adalah waktu yang tepat untuk meraup rezeki selama bulan puasa. Diakui Ashar dalam seharinya ia dapat meraup keuntungan yang cukup menjanjikan ketimbang menjual buah seperti biasanya.
"Kalau jualan seperti ini kan musiman aja, saya juga baru jualan petasan, sebelumnya jual buah. Modal awal saya Rp 10 juta, memang sekarang belum kembali modal tapi keuntungan sehari, Alhamdulillah lumayan," ujarnya, Kamis (1/6) siang.
Petasan yang dijualnya pun beragam mulai dari harga Rp 5 ribu hingga Rp 100 ribu. Namun, untuk saat ini peminatnya mayoritas anak-anak. Disinggung mengenai bahaya petasan terlebih jika dimainkan anak-anak, ia menyebut sudah mengantongi izin.
"Saya juga tidak menjual petasan yang berbahaya, ini petasan yang aman. Kami juga para penjual di sini sudah punya surat izin, yang penting tidak melanggar aturan," pungkasnya.
Sementara saat dikonfirmasi, Kepala Satpol PP Kutim M Arif Yulianto mengaku bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin menjual petasan. "Karena sesuai dengan edaran bupati, petasan atau kembang api dilarang. Namun, dari informasi ini kami akan tindaklanjuti secepatnya, dari mana para pedagang itu mendapatkan izin," katanya.

