EKSPOSKALTIM, Kutim- Dua desa di Kecamatan Sangkulirang, Kutai Timur, yakni Desa Saka dan Desa Mandu belum tersentuh jaringan komunikasi.
Kepala Desa Saka Nanang Amrullah menyebut kondisi ini disebut sudah berlangsung sejak puluhan tahun silam. Sinyal telepon seluler baru didapat saat berada di pinggir dermaga penyeberangan.
Pembangunan jaringan telekomunikasi merupakan salah satu dambaan masyarakat Desa Saka dan Desa Mandu. Bahkan diakui Nanang, empat tahun lalu program pembangunan menara pemancar sinyal salah satu operator telah masuk ke Desa Saka, namun dialihkan ke desa lain.
“Empat tahun lalu salah satu operator memilih desa kami untuk dibangunkan jaringan. Tapi tidak tahu kenapa program itu dialihkan ke desa lain. Jadi sampai sekarang kami tidak mendapatkan jaringan itu,” ungkapnya.
Ia berharap, pemerintah melalui instansi terkait dapat memperhatikan hal ini. “Kita ini punya handphone, tapi tidak ada sinyalnya, susah untuk komunikasi. Ini juga sudah kami usulkan, semoga dapat segera direalisasikan. Apapun operatornya itu tidak masalah," pungkasnya.

