PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Lahir dari Budaya, Dirikan Sanggar Tari Apau Punyaat: Anastasia Hiyang

Home Berita Lahir Dari Budaya, Dirika ...

Lahir dari Budaya, Dirikan Sanggar Tari Apau Punyaat: Anastasia Hiyang
(Dok.Anastasia Hiyang)

EKSPOSKALTIM, Mahulu - Banyak prestasi yang dapat diraih seseorang dan bisa membanggakan diri sendiri maupun orang banyak. Untuk mencapainya, butuh usaha dan kerja keras. Berbicara soal prestasi, Anastasia Hiyang (27) tak kalah hebatnya.

Prestasi di bidang kebudayaan dan pentas seni banyak diperoleh perempuan asli suku Dayak Bahau satu ini. Sesuai dengan latar belakang kehidupannya di kampung Dayak, Long Lunuk Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).

Mengembangkan budaya dan kesenian daerah sendiri menjadi motivasi baginya. Sia, panggilan karibnya, mulai terjun ke dunia seni sejak masih duduk di bangku SMP, 2001 silam. Dari situ, ia mulai mengakrabi seni dan budaya tradisional suku Dayak Bahau.

Sia memandang budaya tradisional saat ini sudah hampir tenggelam dengan kehadiran budaya modern. Saat menimba ilmu di Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Sia pun gabung di salah satu organisasi intra Ikatan Muda Mudi Bahau Saaq Busang (Imbasabung). Hingga akhirnya bersama beberapa rekannya ide membentuk sanggar tari yang diberi nama Sanggar Tari Apau Punyaat (STAP) muncul pada 2009 lalu. "Kita membentuk sesuai pengalaman yang kita dapatkan, mulai tarian dan mempelajari memainkan alat musik tradisional suku Dayak," ucap perempuan berkulit putih ini.

Mengembangkan STAP, kata Sia, tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Penuh halangan dan rintangan. Terutama saat masa pembentukan itu, persaingan antar sanggar seni lain muncul. Hal itu baginya, tak menjadi soal. STAP pun masih terus eksis sampai sekarang. "Misalkan ada kelompok yang tidak suka dengan kehadiran kami, celotehan dimana-mana, kami hanya sibuk aja menggali potensi diri, membentuk prestasi dan motivasi, karena ini merupakan hiburan kami," tuturnya.

Dalam perjalanannya, jumlah anggota STAP terus meningkat. STAP juga aktif berpartisipasi, dalam pengembangan budaya pada anak usia dini, "Waktu kuliah dulu kita ngajar tari itu orang-orang dewasa aja, saya dan teman-teman berpikir, kenapa enggak anak kecil saja kita ajari. Saya sendiri mulai dari kecil berproses. Jadi kita terapkan juga kepada anak-anak," urainya.

Kini, SPAT miliki hampir kurang lebih seratus orang anggota. Mulai anak-anak sampai orang dewasa. Pusat SPAT sendiri berada di ibukota Kaltim, yakni Samarinda. Saat ini juga memiliki dua cabang di Kabupaten Mahulu, yaitu di Kecamatan Long Bagun dan Kecamatan Long Pahangai. "Kita mengembangkan SPAT ini kadang tidak mengenal waktu, kuliah dari jam satu siang sampai jam enam sore, pulang rumah ganti pakaian aja langsung pergi ngelatih lagi. Jadi saya memang ditempa untuk mendalami budaya ini saat menjadi pelatih. Melatih dari jam tujuh hingga sepuluh malam," kata Sia.

Di lain sisi, berkat itu semua sempat mengantarkan ia mengikuti beragam pertunjukan budaya, baik di Mahulu maupun di daerah lainnya. Bersama penggiat budaya lainnya di Mahulu juga pernah diundang ke Singapura untuk menampilkan budaya kesenian khas Dayak, 2015 lalu. Sementara dalam urusan karier, perempuan lajang ini usai menyelesaikan pendidikan Strata satu (S1) Program Studi Hubungan Internasional, 2013 lalu, di kampus yang sama, langsung meneruskan mengambil jenjang Strata Dua (S2). Program Ilmu Administrasi Negara Konsentrasi Kebijakan Publik Program Pascasarjana, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik menjadi pilihannya. Anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Heronimus Himang Sang dengan Yohana Husun Ngo ini memilih berkerja sambil kuliah.

Sempat merintis karier di kantor Balai Pelestarian Cagar Budaya Kemendikbud 2014 silam, perempuan murah senyum ini memutuskan untuk berhenti dan fokus menyelesaikan S2. "Saya pikir pendidikan lebih penting, karena jauh-jauh dari kampung ke kota kan untuk mengejar pendidikan," ucapnya. Saat ini Sia sendiri memilih menimba pengalaman di Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Mahulu, sebagai Staf Seksi Pemasaran Pariwisata sampai sekarang.


Editor : Fariz Fadhillah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

25%50%25%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :