EKSPOSKALTIM, Bontang- Jika umumnya komunitas motor didominasi kaum Adam, tidak berlaku bagi komunitas roda dua satu ini, Ladies Matic Bontang Club (LMBC).
Dari namanya saja, sudah pasti klub ini diperuntukkan hanya untuk perempuan. Ya, LMBC yang diketuai Desti Prathita ini memiliki 12 personel perempuan. Dikatakan Thita -sapaan akrabnya-LMBC yang ia nahkodai ini dibentuk sejak 21 mei hampir 4 tahun silam.
Diceritakan Thita, alasan membentuk komunitas yang semua anggotanya perempuan ini untuk membuktikan bahwa perempuan juga bisa melakukan aktivitas seperti yang kebanyakan dilakukan pria, salah satunya menunggangi roda dua dengan jarak tempuh lintas kota bahkan lintas provinsi.
“Tujuannya sih cuma satu, hanya ingin melakukan aktivitas outdoor yang dilakukan laki-laki, contohnya melakukan perjalanan jauh dengan mengendarai kendaraan sendiri,” terang mantan Humas BCT Bontang ini.
Kendati demikian, bergabung di LMBC ini tak hanya sekadar bergabung. Pasalnya, sejumlah syarat administrasi dan aturan yang ketat ditetapkan harus dipenuhi.
Di antaranya, calon anggota harus memiliki kelengkapan surat-surat kendaraannya, kelengkapan kendaraan standar dan pengemudi harus memiliki surat izin mengemudi (SIM).
Sebab, kata dia, LMBC adalah komunitas yang memiliki kelengkapan aturan organisasi yang bisa dipertanggungjawabkan dan bisa menjadi contoh yang baik dalam berkendara di jalan raya.
Selain itu, calon anggota yang bergabung harus melewati masa percobaan sebagai anggota. Hal ini dilakukan, kata Thita, untuk melihat keseriusan calon anggota yang ingin bergabung.
“Di LMBC kami punya aturan yang wajib dilengkapi dan dilaksanakan. Jika calon anggota nggak sanggup, kami juga nggak mau ambil risiko. Karena di LMBC adalah mereka yang mau diatur,” bebernya saat menyambangi kantor Media Ekspos Kaltim malam tadi, Jumat (24/3).
Karena semua anggotanya perempuan, Thita mengaku kerap banyak timbul perselisihan sesama anggota. Faktor ini juga yang menyebabkan minimnya jumlah anggota karena banyak yang memutuskan keluar.
“Lebih susah diatur. Pola pikir kita kan beda-beda dan cenderung lebih emosional,” katanya sembari tertawa.
Keberadaan LMBC sebagai komunitas motor tidak lepas dari pandangan negatif. Terlebih, semua anggotanya adalah perempuan. Anggapan ini ditepis dengan kegiatan positif seperti kegiatan sosial dan peran serta dalam membantu kemajuan Kota Bontang.
“Ya, mungkin masih ada yang menganggap kalau perempuan yang gabung di komunitas itu perempuan yang gimana gitu ya. Nah, dengan adanya LMBC ini kami akan mematahkan itu dengan melakukan kegiatan positif membantu sesama.Seperti yang akan kami lakukan yakni menggelar aksi donor darah, penanaman pohon dan masih ada agenda lainnya,” imbuhnya.

