EKSPOSKALTIM, Kutim- Penderita tuberculosis (TB) di Kutai Timur sepanjang 2016 lalu sampai tahun ini tercatat 700 orang. Angka yang dirilis Dinas Kesehatan (Dinkes) ini terbilang tinggi dan memprihatinkan.
Keprihatinan ini membuat Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Kutai Timur mengelar sosialisasi dengan membagikan brosur di beberapa titik lampu merah, Jumat (24/03) pagi ini.
Sebanyak 1000 lembar brosur untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang cara mengatasi penyakit TB dilakukan dalam memperingati Hari TB Sedunia setiap 24 Maret.
“Kami menyasar masyarakat agar mereka lebih paham tentang penyakit TB. Terkhusus untuk anak-anak usia dini. Bagaimana cara untuk mengatasinya dan bagaimana cara untuk mencegahnya,” terang Ketua PPTI Kutai Timur Tirah Satriani
Tirah menyayangkan persepsi masyarakat yang cenderung enggan melakukan pengobatan karena membutuhkan waktu cukup lama. Faktor lain, juga menyangkut biaya yang kurang dipahami masyarakat.
“Masyarakat banyak yang kurang paham cara pengobatannya karena memakan waktu selama 6 bulan. Apalagi kata dokter dalam masa pengobatan akan menimbulkan efek. Namun itu tidak berbahaya. Itu yang kadang masyarakat membuat masyarakat enggan melanjutkan pengobatan. Ditambah lagi soal biaya. Sekarang di seluruh puskemas maupun rumah sakit pengobatan TB gratis, kok,” kata istri Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang itu.
Rencana kedepan, PPTI akan rutin menggelar sosialisasi di setiap Sekolah Dasar (SD) di Kutim mengenalkan penyakit TB.
“Kami berharap kepala sekolah memberi ruang untuk kami untuk mensosialisasikan penyakit TB ini," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Bahrani Hasanal, yang juga turut hadir dalam kegiatan menambahkan, pengobatan TB diberikan dengan paket obat kombinasi dosis tetap (OAT-KDT). Terdiri dari kombinasi 2 atau 4 jenis obat yang dikemas dalam satu tablet dengan waktu pengobatan 6 bulan.
“Pada fase awal obat diminum setiap hari selama 2 bulan. Kemudian fase lanjutannya obat diminum 3 kali dalam seminggu selama 4 bulan. Dan pengobatan TB disesuaikan dengan jenis dan tipe pasien TB,” jelasnya.

