PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Angka Kematian Bayi dan Ibu Masih Tinggi, DKPP-KB Mahulu Optimalkan Rumah Singgah

Home Berita Angka Kematian Bayi Dan I ...

Angka Kematian Bayi dan Ibu Masih Tinggi, DKPP-KB Mahulu Optimalkan Rumah Singgah
Ilustrasi rumah singgah ibu hamil. (Istimewa)

EKSPOSKALTIM, Mahulu - Guna menekan angka kematian terhadap anak dan ibu hamil, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPP-KB) Mahulu menyediakan rumah singgah bagi ibu hamil di Kecamatan Sumber Bangun, Kutai Barat (Kubar). 

Rumah singgah yang diberi nama Griya Singgah Mahulu (GSM) ini disediakan sejak 2015, memiliki tiga kamar pasien dan satu ruangan tamu bagi keluarga pasien untuk menginap. 

"Kita juga menyiapkan disana dokter spesialis kandungan, bidan pendamping tiga orang dan ambulance satu unit. Kalau ada ibu hamil yang dirujuk ya diantar pakai ambulance," kata Kepala DKPP-KB Agustinus Teguh Santoso, ditemui di kantornya, Kamis (23/3). 

Ibu hamil rentan lemah fisik hingga berujung potensi kematian. Dari rumah singgah menuju rumah sakit terdekat yakni Rumah Sakit Indah Harapan Sendawar berjarak sekitar setengah kilometer. 

"Nyewa rumah untuk rumah singgah. Kalau tidak ada rumah singgah, kita akan sulit untuk merujuk seorang ibu hamil yang mau melahirkan. Jadi sebelum melahirkan dan masih keadaan segar, kita sudah bawa ke rumah singgah. Jangan sudah mau melahirkan baru kita mau rujuk, sementara akses kita cukup jauh," ucapnya. 

Sebelum ada rumah singgah, kata Teguh, tren kematian bayi dan ibu cukup tinggi. Pada 2014 tercatat 13 bayi meninggal, dan 2015 jumlah bayi yang meninggal meningkat menjadi 17 bayi, dan 1 orang Ibu.

Setelah rumah singgah disediakan pada pertengahan tahun 2015, angka kematian bayi tahun 2016 turun hampir setengahnya menjadi 9 bayi dan 1 orang Ibu.

"Itu kenapa kami memilih strategi ini dengan menyediakan rumah singgah. Agar angka kematian bayi dan Ibu bisa tertekan," ujarnya.

"Perawat di puskesmas induk maupun Puskesmas pembantu bisa memprediksi berapa lama lagi ibu hamil akan melahirkan. Kalau sudah mendekati langsung segera kita rujuk ke rumah singgah," jelas Teguh.    

Sedangkan ibu hamil yang dirujuk akan ditanggung seluruh biaya melalui kartu Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan. Pun begitu dengan biaya akomodasi perjalanan. (adv)


Editor : Fariz Fadhillah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :