EKSPOSKALTIM.COM– Sebuah video polisi wanita (polwan) yang dihukum viral di laman situs youtube beberapa hari ini. Ditambah ada nama Hongcin yang disebut-sebut dalam video tersebut.
Dalam video durasi pendek itu, terlihat seorang polwan meminta maaf karena memanggil Hongcin tanpa embel-embel gelar Ibu.
Siapakah sosok Hongcin sebenarnya ?
Hongcin adalah seorang Polwan yang bertugas sebagai staf di Direktorat Sabhara Polda Sumbar.
Polwan cantik berpangkat Bripda itu namanya kian santer setelah adanya video yang beredar polisi wanita yang dihukum terkait masalah hirarki dengan seniornya.
Ya, Bripda Hongcin adalah Bintara Polri lulusan Pendidikan Pembentukan (Diktuk) Brigadir Polwan angkatan 44 tahun 2015/2016.
Bungsu dari empat bersaudara adalah anak dari Bachtiar HS yang berprofesi sebagai wiraswasta dan Halwani yang bekerja sebagai ibu rumah tangga.
Kedua orangtuanya sangat bersyukur Hongcin dapat menjadi abdi negara. Selain karena cita-cita dari kecil, sang ayah juga sangat berharap Hongcin menjadi polisi wanita.
Terkait masalah video yang beredar di media sosial, Ia menceritakan bahwa awal mula kejadian saat siswa bintara polwan yang ada di video tersebut tidak memperlihatkan hirarki terhadap dirinya.
“Yang bersangkutan tidak ada hirarki, karena di institusi kepolisian harus memegang teguh hirarki antara junior dengan senior. Namun yang bersangkutan sudah ditegur dan sudah minta maaf,” jelas Hongcin.
Ketika dikonfirmasi tentang arti namanya, Hongcin menjelaskan bahwa namanya berasal dari kata Hongkong dan Cina.
Nama tersebut diberi oleh ayahnya. Karena pada saat dirinya lahir 1 Juli 1997 di Jorong Koto Tengah Nagarai Sikabau Kecamatan Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat, bertepatan dengan kembalinya Hongkong ke Cina setelah dijajah oleh Inggris.
“Nama Hongcin berasal dari Hongkong Cina, karena hari dan tanggal lahir bertepatan dengan kembalinya Hongkong ke Cina stelah dijajah oleh Inggris,” ujar Bripda Hongcin kepada media.
Selain itu, tanggal lahir Hongcin juga bertepatan dengan hari ulang tahun (HUT) Bhayangkara. Karena itulah sang ayah, Bachtiar HS berharap anaknya kelak bisa menjadi prajurit bhayangkara.

