EKSPOSKALTIM, Bontang - Tewasnya Syarifuddin alias Unding (48) sopir Bus Bone Indah Jaya sekitar pukul 08.00 Jumat pagi kemarin menyisakan kisah tersendiri. Khususnya bagi saksi yang sekaligus sahabat dari korban, Agus Sutomo.
Sebelum ditemukan meninggal, Agus mengaku masih mendengar teriakan dari mendiang dari dalam bus.
“Aku di dalam,” sebut Agus menirukan teriakan Unding saat di temui di terminal Bontang, Sabtu (25/2) siang.
Sebelum rekan seperjuangannya tersebut ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa, Unding sempat mengeluh sakit perut kepadanya lantaran belum makan sejak dua hari yang lalu.
“Makanlah dulu nanti biar aku yang bayar. Eh, taunya dia meninggal hari ini (Jumat, Red). Mungkin itu permintaan terakhirnya kepada saya,” katanya saat mengenang kepergian orang yang sudah dia anggap sebagai saudara.
Agus menceritakan, pagi itu adalah giliran Unding mengangkut penumpang menuju Samarinda. Agus pun berteriak dan memanggil korban. “Dimana kamu Nding,” teriak Agus.
Saat itu, kata Agus, Unding masih menjawab dan bilang ada di dalam bus.
Namun karena Unding tak kunjung datang, Agus pun kembali mendatangi bus tersebut, lalu mengintip melalui kaca bus sebelah kiri belakang.
Alangkah terkejutnya, ia menemukan tubuh mendiang dalam kondisi terbujur kaku tanpa baju kursi belakang bus.
“Tapi karena panik, saya teriak panggil teman-teman. Dan ternyata dia sudah meninggal,” imbuhnya.
Ia juga mengakui jumlah penumpang dalam tiga hari terakhir sangat sepi. Bahkan, Unding memilih tidur di kawasan terminal sambil menunggu penumpang.
“Kita sekarang hanya berdoa saja mas supaya korban tenang di sana,” pintanya.

