08 Agustus 2022
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

MESKI UPAH HANYA 750 RIBU, SAING, SANG SUPIR AMBULANCE, TETAP IHKLAS MELAYANI MASYARAKAT BONTANG


MESKI UPAH HANYA 750 RIBU, SAING, SANG SUPIR AMBULANCE, TETAP IHKLAS MELAYANI MASYARAKAT BONTANG
Sopir Ambulance Muhammad Saing. (Foto Yadi)

EKSPOSKALTIM, Bontang- Bagi Muhammad Saing (57), menjadi sopir ambulance bukanlah sebuah cita-cita bagi dirinya ataupun bagi semua orang. Pekerjaan sebagai sopir ambulance, awalnya dianggap salah satu pekerjaan yang menyeramkan, berkutat dengan mayat, ataupun berada diantara orang-orang yang sedang berduka.

Namun, ayah dari 5 orang anak ini, sejak melakoni profesinya sebagai sopir ambulance dua tahun yang lalu, suami dari Aidah (56) ini, mengaku saat ini dirinya sudah merasa nyaman dan ikhlas dalam menjalankan profesinya yang dianggapnya mulia ini, meskipun kata dia, upah perbulan yang dia terima sebagai sopir ambulance hanya Rp. 750 ribu.

Muhammad Saing merupakan sopir ambulance di salah satu partai di Kota Bontang. Menjalankan fasilitas umum untuk melayani masyarakat, Saing pun bekerja dengan sepenuh hati dengan membantu mengantarkan orang sakit yang sedang membutuhkan transportasi, ataupun bahkan jenazah tanpa merasa risih dan takut sedikitpun.

“Saya sangat nyaman dengan apa yang saya jalanin saat ini. Membantu orang saat mereka membutuhkan, itu menjadi kebanggan tersendiri. Untuk masyarakat yang membutuhkan transportasi, saya selalu siap selagi jadwal tidak bertabrakan,” terangnya (23/4/2016).

Selama menjadi supir, ia merasa belum pernah mengalami kendala yang serius saat mengantar orang sakit ataupun jenazah. Pengalaman yang sudah cukup lama menjadi seorang supir, membuat dia paham betul apa yang harus dilakukan sebelum berangkat.

“Agar saat di perjalanan tidak terjadi apa-apa, Saya selalu persiapkan segalanya,” jelasnya.

Meski hanya mendapat upah Rp.750 ribu perbulan selama ia menjalani profesi ini, namun Saing tetap nyaman dengan pekerjaannya dan ia selalu merasa cukup untuk menafkahi keluarganya.“Saya selalu syukuri yang saya dapat. meski setiap bulannya hanya digaji 750 ribu. Tapi allhamdulillah terkadang saya juga dikasi uang dari keluarga orang yang saya antar, tanpa harus meminta, sebagai ucapan terimakasih,” ungkapnya.

Diakuinya, sebelum menjadi supir ambulance, untuk mencukupi kebutuhan ia dan keluarganya agak sulit.  Saing hanya berjualan bersama istrinya, untuk membiayai 2 orang anaknya yang masih sekolah.

“Sebelum saya menjadi supir, saya berjualan sarung dan peci yang dalam sebulannya hanya mengantongi 200 ribu rupiah. Untuk menambah penghasilan lain, istri saya juga berjualan jajanan makanan ringan, sebagai tambahan biaya untuk sekolah anak saya,” tutupnya.

Reporter : Yadi    Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%100%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0