EKSPOSKALTIM, Bontang - Lampu Penerangan Jalan Umun (PJU) di sepanjang jalan MH Thamrin yang menghubungkan alun-alun Kota Bontang dengan Tanjung Limau, hingga saat ini belum juga berfungsi (mati, red).
Disebutkan Ketua Persatuan Pemuda Tanjung Limau (PPTL) Kota Bontang, Rusli, kondisi ini telah berlangsung sejak 10 tahun silam, namun hingga kini belum ada upaya Pemerintah Kota Bontang untuk menanggulangi hal tersebut.
“Kami meminta pemerintah untuk segera menginstruksikan dinas terkait, agar segera menangani persoalan yang telah lama menjadi keluhan masyarakat Tanjung Limau,” kata Rusli kepada Eksposkaltim, Kamis (12/1).
Sementara, Penasehat PPTL Andi Zainuddin menambahkan bahwa kondisi yang gelap gulita akibat tak berfungsinya lampu PJU di kawasan ini sering dimanfaatkan sekelompok remaja untuk melakukan hal-hal negatif.
Keadaan ini mendorong para remaja untuk melakukan hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain, seperti minum minuman keras dan pacaran di tempat gelap.
“Lampu jalan menuju ke daerah kami ini sepanjang jalan lampunya mati. Seingat kami, itu sudah berlangsung sejak tahun 2007 dan kayak kota mati rasanya,” kata Andi Zainuddin Bahar.
“Parahnya lagi, daerah jalan gelap itu sering digunakan buat minum-minuman keras, pacaran, dan mungkin aja juga digunakan buat transaksi Narkoba. Jadi kami harap pemerintah segera benahilah sebelum terjadi apa-apa,” sambungnya.
Ia pun berharap keluhan ini dapat ditanggapi, dan pemerintah dapat memperhatikan masyarakat Tanjung Limau seperti halnya masyarakat yang berada di wilayah lain Kota Bontang itu sendiri.
Karena menurutnya, sebagian besar daerah yang berada di Kota Bontang mendapat perhatian khusus oleh pemerintah terkait, sementara Tanjung Limau mendapat perlakuan berbeda atau terkesan dianaktirikan.
“Kami selaku perwakilan pemuda dan masyarakat Tanjung Limau meminta dan berharap kepada Pemerintah Kota Bontang untuk tidak pilih kasih, atau kasarannya menganak tirikan, karena kami merasa pemuda Tanjung Limau tidak pernah ada perhatian dari pemerintah,” cetusnya.(*)

