EKSPOSKALTIM, Kutim - Pasca kemarau panjang yang terjadi pada tahun 2016 lalu, warga kecamatan Teluk Pandan kini mulai kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Teluk Pandan, Muhammad Junaid, saat menghadiri kopi morning bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi, Senin (9/1) pagi tadi.
Terkait hal ini, ia pun meminta kepada Pemkab Kutim agar dilakukan pengadaan sumur bor demi ketersediaan air bersih untuk warga Kecamatan Teluk Pandan.
"Saat ini ketersediaan air bersih di Telaga Benin, Teluk Pandan sangatlah berkurang usai kemarau yang berkepanjangan kemarin. Maka untuk itu, kami meminta agar dilakukan 3 lubang pengadaan sumur bor lagi," ungkapnya.
Disebutkannya, untuk saat ini Teluk Pandan memiliki 2 lubang sumur bor yang masih digunakan warga, namun itu masih dinilai kurang untuk memenuhi ketersediaan air bersih bagi warga di kecamatan ini.
"2 lubang sumur bor itu terletak di lingkungan kecamatan, masih banyak titik-titik yang sangat kekurangan air bersih seperti di RT 07, RT 03, dan RT 01," ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Kutai Timur Kasmidi Bulang yang hadir memimpin kopi morning menegaskan, pihaknya akan merealisasikan penambahan sumur bor untuk warga Teluk Pandan tersebut.
"Insyah Allah, besok akan bisa dimulai," terang Kasmidi.

