EKSPOSKALTIM, Bontang - Kodim 0809 Bontang bersama Den Arhanud Rudal 002 Bontang menggelar konferensi pers terkait insiden pemukulan yang dilakukan oknum TNI pada laga semifinal Dandim Cup 2016 beberapa hari lalu, antara PS Rudal melawan PS IPLB.
Konferensi pers yang berlangsung di Media Center Kodim 0908 Bontang pada Rabu (21/12) siang tadi dihadiri Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0809 Bontang Mayor Inf Musanif, Danhud Rudal 02 Bontang Rendra, Perwakilan DPRD Bontang Arif, Ketua Pelaksana Dandim Cup 2016, serta pelatih PS Rudal dan PS IPLB.
Ketua Panitia Pelaksana Dandim Cup 2016 Andi Amir mengatakan, insiden yang terjadi beberapa waktu lalu itu murni kelalaian pihak panitia. Olehnya hal ini menjadi pembelajaran bagi pihaknya untuk melaksanakan kegiatan lebih baik lagi kedepannya.
"Ini menjadi sebuah pelajaran berharga terhadap kami, dan kedepannya akan kami evaluasi agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali," kata Andi Amir.
Senada, Kasdim 0809 Bontang Mayor Inf Musanif menegaskan bahwa konflik ini dianggap telah selesai, kedua kesebelasan sepakat untuk tak lagi mempermasalahkan hal tersebut. Ia pun meminta isu yang berkembang dimasyarakat terkait konflik ini agar segera dihentikan.
"Dari insiden yang telah terjadi, kami anggap itu sudah selesai, dan seluruh pemain maupun official yang terlibat didalamnya sudah tidak ada konflik lagi. Ini juga menjadi pembelajaran yang berharga kepada kami untuk kedepannya akan lebih baik lagi, dan insiden seperti kemarin tidak akan kembali terulang," tegasnya.
Sementara, Pelatih IPLB menerangkan terkait keputusannya menarik mundur pemainnya dalam laga semi final Dandim Cup 2016 yang berlangsung di Stadion Mulawarman Pupuk Kaltim beberapa hari lalu.
Menurutnya, hal tersebut terpaksa ia lakukan demi menjaga keselamatan para pemain, lantaran adanya ulah oknum tak bertanggung jawab melempar botol air mineral ke lapangan saat pemainya berhasil membobol gawang lawan dalam hal ini PS Rudal.
“Kami sangat kecewa dengan dunia sepak bola di Kota Bontang. Pertandingan yang harusnya jadi tontonan menarik bagi masyarakat seketika dibuat rusak oleh onum yang tidak bertanggung jawab,” singkat Aswar.

