EKSPOSKALTIM, Mahulu - Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu berupaya menjadikan Kabupaten Mahulu sebagai daerah percontohan kakao. Olehnya, daerah otonom baru ini tengah menggalakkan pertanaman kakao baik oleh perkebunan besar maupun kecil.
Terkait hal tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Mahulu, Lidjo Kaya, menyarankan instansi terkait mendatangkan pelatih berkompeten, yang memahami soal pembibitan dan perawatan kakao yang akan dibudidayakan di Mahulu.
Karena menurutnya, hal tersebut dinilai efisien untuk memperoleh pengetahuan pembibitan dan perawatan kakao, ketimbang dengan cara studi banding keluar daerah yang tentu memakan biaya tak sedikit.
"Kami akan mengusulkan untuk perkembangan kakao ini agar memberikan hasil maksimal oleh warga, baiknya mendatangkan pelatih saja ke Mahulu yang benar-benar mengerti soal kakao,” kata Lidjo Kaya, saat sidak bersama rombongan Komisi II DPRD Mahulu, di Kebun Pembibitan Kakao di Kampung Long Melaham, Kecamatan Long Melaham, Rabu (30/11) pagi.
Dengan mendatangkan pelatih berkompeten ke Mahulu kata dia, semua masyarakat bisa ikut pelatihan tanpa dibatasi oleh kuota seperti halnya studi banding, karena keterbatasan anggaran.
“Ketimbang studi banding yang kuotanya terbatas, itupun singkat saja maksimal 3 hari. Sedangkan jika datangkan pelatih, bisa kita kontrak, dan otomatis masyarakat dapat pelatihan yang lama," ujarnya.
Bukan hanya itu, mendatangkan pelatih berkompeten juga dapat dimanfaatkan untuk meninjau langsung kondisi lahan yang akan digunakan masyarakat untuk penanaman kakao.
" Kita bisa membawa dia kelapangan untuk meninjau langsung lahan yang akan dijadikan kebun kakao oleh masyarakat. Dengan begitu, kita bisa mengetahui bagus tidaknya lahan tersebut, dan mendapat solusi untuk menghasilkan hasil maksimal untuk pengembangan kakao di Mahulu ini," terangnya.
Sekedar diketahui, sebanyak 40 warga yang berasal dari 4 Kampung yakni Kampung Long Apari, Long Ubun, Long Laham dan Long Pahangai akan bertandang ke Sulawesi Selatan pada pekan ini.
Mereka akan studi banding (belajar,red) di daerah tersebut, belajar tentang teknik menyambung pucuk dan cara mengangkat buah kakao. Diharapkan, sepulangnya dari daerah itu, mereka dapat berbagi ilmu bersama masyarakat lain di Mahulu untuk menerapkan teknik tersebut. (Adv)

