EKSPOSKALTIM, Bontang - Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang WH Agustin menampik soal adanya perawat RSUD Taman Husada Bontang yang melontarkan kata-kata tak pantas, hingga membuat pasien bernama Nur Choliq shok.
Ditegaskan Agustin, tak ada tenaga kesehatan di RSUD Taman Husada Bontang ini pernah melontarkan kata-kata tak pantas kepada pasien, seperti apa yang disampaikan oleh keluarga Nur Choliq kepada awak media Eksposkaltim.
"Saya sudah bertanya langsung kepada perawat maupun dokter, mereka tidak pernah berbicara seperti itu," jelas Agustin, saat ditemui di RSUD Taman Husada Bontang, Rabu (5/10) sore tadi.
Kendati demikian kata Agustin, untuk saat ini ia belum bisa berkomentar banyak terkait hal tersebut dikarenakan sedang dilakukan kegiatan akreditasi rumah sakit.
"Tapi saat ini saya belum bisa berbicara banyak, karena masih ada kegiatan selama 2 hari. Nanti selesai kegiatan, akan langsung kami hubungi untuk dilakukan klarifikasi lebih lanjut," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, hal tersebut bermula saat seorang perawat menyambangi Choliq di ruangan tempat ia dirawat. Dengan lantang, oknum perawat tersebut menyampaikan kepada Choliq dan keluarga terkait langkah yang akan ditempuh pihak rumah sakit terhadap kondisi Choliq.
Oknum perawat tersebut mengatakan, jika 2 hingga 3 hari kedepan penyakit Choliq tak kunjung ada perubahan, pihak rumah sakit akan mengamputasi kaki kanan Choliq mulai dari telapak hingga pergelangan kaki.
Mendengar ucapan suster tersebut, Choliq tiba-tiba shock dan lemas seperti tak memiliki tulang penyangga daging di badannya. Piring nasi yang ia pegang saat itu diletakkan dengan badan gemetaran sembari menangis tersedu-sedu.
Semangatnya seakan hilang, harapan dan asa untuk sembuh terasa sudah tak ada lagi. Ucapan dari perempuan berseragam putih tersebut, bagaikan kabar duka yang meluluhlantakkan semangat serta harapannya untuk sembuh. (*).

