PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Sungai Martapura Kian Asin, Banjarmasin Cari Dana Atasi Krisis Air Baku

Home Berita Sungai Martapura Kian Asi ...

Krisis air baku membayangi pelayanan air bersih di Banjarmasin. Intrusi air laut saat kemarau berkepanjangan membuat kadar garam Sungai Martapura meningkat. 


Sungai Martapura Kian Asin, Banjarmasin Cari Dana Atasi Krisis Air Baku
Para pedagang menaiki perahu tradisional (jukung) di atas air dengan latar belakang Menara Pandang Banjarmasin yang terletak di tepi Sungai Martapura, Kalimantan Selatan. Foto via Indonesiakaya.com

EKSPOSKALTIM, Jakarta – Intrusi air laut membuat kadar garam Sungai Martapura meningkat hingga sulit diolah menjadi air bersih. Dampaknya, satu dari dua instalasi pengolahan air milik PT Air Minum Bandarmasih dilaporkan tidak dapat beroperasi, sehingga pelayanan air bersih di Kota Banjarmasin hanya ditopang satu instalasi.

Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, kini menjajaki skema pendanaan untuk mengatasi keterbatasan air baku, salah satunya melalui kerja sama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI.

Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar mengatakan pihaknya telah menjalin komunikasi dengan PT SMI, badan usaha milik negara di bawah Kementerian Keuangan yang bergerak di bidang pembiayaan infrastruktur.

Penjajakan tersebut berkaitan dengan pendanaan pembangunan infrastruktur Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di PT Air Minum Bandarmasih, badan usaha milik daerah Pemerintah Kota Banjarmasin, terutama untuk memperkuat ketahanan air baku.

"Langkah ini sebagai upaya mengatasi keterbatasan pasokan air baku dan meningkatkan pelayanan air bersih bagi masyarakat," ujar Ichrom di Banjarmasin, Senin (12/10). 

Dalam pertemuan dengan petinggi PT SMI, Ichrom memaparkan kondisi ketersediaan air baku yang semakin terbatas akibat musim kemarau berkepanjangan. Intrusi air laut menyebabkan kadar garam Sungai Martapura meningkat sehingga airnya sulit diolah menjadi air bersih.

"Akibatnya dari dua Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang dimiliki, satu instalasi dilaporkan tidak dapat beroperasi sehingga pelayanan hanya ditopang oleh IPA 2," ujarnya.

Kondisi tersebut mendorong Pemkot Banjarmasin mencari solusi untuk menjaga pasokan air baku. Menindaklanjuti arahan Wali Kota H. Muhammad Yamin HR kepada jajaran terkait dan PT Air Minum Bandarmasih, salah satu langkah jangka pendek yang dijajaki ialah membangun jaringan pipa transmisi air baku dari kawasan Pematang menuju IPA 2 di Jalan Pramuka.

Jaringan tersebut direncanakan memiliki panjang sekitar 7,8 kilometer dengan diameter pipa 800 milimeter.

Ichrom mengatakan Pemkot Banjarmasin akan menindaklanjuti penjajakan pendanaan itu melalui penyampaian surat resmi kepada PT SMI mengenai minat terhadap skema pembiayaan yang tersedia.

Pengajuan tersebut tidak hanya mencakup pembangunan jaringan pipa air baku untuk mendukung pelayanan PT Air Minum Bandarmasih dan pengembangan Pasar Sudimampir, tetapi juga membuka peluang pembiayaan bagi kebutuhan pembangunan lainnya sesuai ketentuan yang berlaku. (ant)


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :