PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Warga Balikpapan Timur Desak Bacitra Tembus Teritip, Dishub: Koridor Baru Ditarget 2028

Home Berita Warga Balikpapan Timur De ...

Sulitnya mendapatkan angkutan umum pada malam hari, tingginya biaya bahan bakar, hingga kemacetan saat jam kerja menjadi alasan warga mendesak perluasan layanan.


Warga Balikpapan Timur Desak Bacitra Tembus Teritip, Dishub: Koridor Baru Ditarget 2028
Warga Balikpapan Utara dan Balikpapan Timur kemungkinan baru bisa menikmati layanan Bacitra pada 2028 mendatang. Foto: Eksposkaltim/Erik

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Kehadiran bus Balikpapan City Trans (Bacitra) sangat dinantikan oleh warga dan para pekerja di kawasan Balikpapan Timur. Sulitnya mendapatkan angkutan umum pada malam hari, tingginya biaya BBM, serta kemacetan lalu lintas pada jam kerja menjadi alasan utama masyarakat mendesak Pemerintah Kota Balikpapan untuk segera memperluas rute Bacitra hingga ke wilayah timur.

Reanny Arum, warga Balikpapan Timur, mengaku sangat mendukung wacana perluasan rute Bacitra. Namun, ia meminta agar jangkauan koridor bus tidak berhenti di Kelurahan Manggar saja, melainkan diteruskan hingga kawasan paling ujung timur, yakni Kelurahan Teritip.

"Kalau saya pribadi sangat mendukung karena akan sangat membantu kami warga Balikpapan Timur. Di daerah Teritip itu susah angkutan umum kalau sudah malam," ujar Arum, Jumat (2/10/2026).

Selain akses angkutan yang minim, Arum mengungkapkan bahwa dorongan beralih ke transportasi publik makin kuat menyusul terus naiknya harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya Pertamax. Kehadiran Bacitra dinilai bisa memangkas pengeluaran harian dan melelahkannya berkendara sepeda motor.

"Kalau naik motor capek, enak kalau nanti ada Bacitra, kami tidak perlu antre bensin. Penginnya tarifnya nanti tidak terlalu mahal dan terjangkau," tambahnya.

Meski demikian, ia mengingatkan Pemkot Balikpapan untuk mencermati potensi kemacetan di beberapa titik rawan Balikpapan Timur, seperti di depan Perumahan Borneo Paradiso, Pertigaan Manggar Sari, hingga kawasan PJHI, akibat kondisi jalan yang sempit.

Senada dengan Arum, Sadliansyah, seorang pekerja di kawasan Balikpapan Timur, menyebut kehadiran bus Bacitra sudah dinantikan kalangan pekerja perkantoran dan industri di wilayah Manggar.

"Di Balikpapan Timur khususnya Manggar kan banyak pekerja, mereka selama ini pengin Bacitra bisa sampai sini. Selain lebih nyaman dan hemat, keberadaan Bacitra juga bisa mengurangi potensi kemacetan saat jam berangkat dan pulang kerja," kata Sadliansyah.

Target Operasional 2028

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan, M. Fadli Pathurrahman, menegaskan bahwa pengoperasian rute baru Bacitra tidak dapat dilakukan secara instan dan membutuhkan kajian matang.

Fadli menjelaskan, sesuai matriks Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Balikpapan, target pengembangan koridor baru ke Manggar, Balikpapan Timur dan Kilometer 23, Balikpapan Utara, baru akan dilaksanakan pada 2028.

"Namun, sebelum memutuskan penambahan rute, kami perlu kajian dan perencanaan yang matang dengan memperhitungkan moda transportasi umum lainnya, seperti angkutan kota," terang Fadli.

Saat ini, pengelolaan Bacitra masih di bawah kewenangan pemerintah pusat melalui skema Buy The Service (BTS) oleh Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub. Proses serah terima (handover) pengelolaan penuh ke Pemkot Balikpapan dijadwalkan berlangsung pada Juli 2027.

"Jadi, setelah proses handover Bacitra selesai pada 2027, kami tidak langsung membuka rute ke Balikpapan Timur dan Kilometer 23. Target sesuai RPJMD yakni pada 2028," tegasnya.

Rangkul Angkot Lokal Jadi Feeder

Guna menyiapkan integrasi jaringan jalan, Pemkot Balikpapan telah menjalin kerja sama akademis dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dalam penyusunan Rencana Umum Jaringan Trayek Balikpapan Connectivity.

Melalui kajian tersebut, Dishub memastikan pengusaha dan pengemudi angkutan kota (angkot) eksisting tidak akan tersingkir. Angkot lokal akan dirangkul dan ditata ulang Standar Operasional Prosedur (SOP) serta kelayakan armadanya untuk dijadikan bus pengumpan (feeder) bagi Bacitra.

"Pengusaha angkutan kota tidak perlu khawatir apakah rute baru nanti memiliki potensi penumpang atau tidak, karena seluruh potensi tersebut sepenuhnya akan kami intervensi," tutup Fadli.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :