Antrean Pertalite yang bertahan hingga hari kelima di Bontang membuka persoalan di balik distribusi BBM,
EKSPOSKALTIM, Bontang - Antrean BBM jenis Pertalite yang masih mengular di SPBU-SPBU di Kota Bontang memasuki hari kelima, mendapatkan kritik tajam dari wakil raktyat di DPRD.
Hal itu disampaikan dalam rapat evaluasi BBM Pemkot bersama DRPD dan Pertamina, Jum'at (28/8) di Ruang PTSP Bontang.
Wakil Komisi B DPRD Bontang, Winardi menyoroti jadwal kedatangan BBM dari depot yang tiba sekitar pukul 16.00 WITA, jika tidak ada kendala.
"Kalau misal datang terus pembongkaran dan persiapan, jadi anggap mulai jualan pukul 17.00 sampai pukul 23.00 lalu tutup jam operasional, lanjut besok paling hanya sampai jam 11.00 saja, ada waktu lima jam tidak jalan dispenser itu menunggu truk BBM datang," ujarnya.
Tak hanya itu, Ia juga menyoroti pemberian stok yang tidak sesuai permintaan.
Pasalnya, deposit untuk pemesanan BBM sekitar 16 ribu kiloliter. Namun, pasokan yang diterima, kata dia, hanya sekitar 8 ribu kiloliter.
"Nah dari jam datangnya kami minta di sif pertama, kalau datang pagi, jadi maksimal seharian itu SPBU mengisi, kendaraan juga tidak mengantre sampai malam," imbuhnya.
Antrean kendaraan roda empat hingga malam hari, sambungnya, tentu saja menyebabkan polemik baru.
Sebagai contoh, warga sempat berkelahi dengan para pemilik kendaraan yang memarkir mobilnya di depan rumah atau tempat usaha sekitar SPBU.
"Saya juga menyayangkan, manager Pertamina enggak hadir lagi hari ini, padahal ini sudah rapat ketiga, bahkan nomor jurnalis diblokir saat minta keterangan," katanya.
Salah satu perwakilan SPBU, Jupri menjelaskan setiap hari jumlah pengiriman berbeda.
"Hari ini 8 KL, besok 16 KL, sedangkan tampungan kami untuk Pertalite 60 KL," jelasnya.
Ia juga mengungkapkan antrean Pertalite mengular disebabkan kenaikan BBM Pertamax yang signifikan.
Sekadar tahu, harga Pertalite saat ini adalah Rp10.000 per liter dan Pertamax adalah Rp15.950 per liter.
"Perbedaan yang besar inilah yang membuat banyak beralih ke Pertalite, karena penjualan Pertamax juga menurun. Apalagi, kemarin SPBU Tanjung Laut tidak dikirimkan Pertalite karena kena sanksi," tandasnya.


