Samarinda diperkirakan berawan tebal, sementara Banjarmasin berpotensi diselimuti udara kabur di tengah musim kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di sebagian wilayah Kalimantan masih didominasi cuaca berawan hingga udara kabur pada Kamis (20/8).
Prakirawan BMKG Nazmi Nariyah menyampaikan Kota Samarinda diperkirakan mengalami cuaca berawan tebal sepanjang hari. Sementara itu, Banjarmasin berpotensi diselimuti udara kabur.
Kondisi serupa juga diprakirakan terjadi di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Adapun Pontianak diprediksi berawan hingga berawan tebal.
“Cuaca cerah berawan, berawan hingga berawan tebal diprakirakan terjadi di Pontianak dan Samarinda. Sementara Palangkaraya dan Banjarmasin berpotensi mengalami udara kabur,” ujar Nazmi dalam siaran prakiraan cuaca BMKG yang dipantau dari Jakarta, Kamis (20/4).
BMKG juga memprakirakan hujan ringan berpotensi terjadi di Tanjung Selor, Kalimantan Utara. Namun secara umum, sebagian besar wilayah Kalimantan masih didominasi cuaca kering.
Kondisi tersebut terjadi di tengah musim kemarau yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Kalimantan. Sebelumnya, BMKG Samarinda memprediksi musim kemarau di Kalimantan Timur dapat berlangsung hingga September bahkan Oktober 2026, dengan karakteristik yang disebut berpotensi menyerupai kondisi kemarau pada 2023 dan 1997.
Selain memantau cuaca di Kalimantan, BMKG juga mengingatkan adanya bibit siklon tropis 95W yang terpantau di pesisir timur Pulau Hainan, China.
Sistem tersebut memiliki tekanan minimum sekitar 999 hektopaskal dengan kecepatan angin maksimum 25 knot dan bergerak ke arah barat laut. Dalam 48 hingga 72 jam ke depan, peluang berkembang menjadi siklon tropis masih tergolong rendah.
Meski demikian, keberadaan bibit siklon tersebut dapat memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah yang dilaluinya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan maupun pelaku transportasi laut dan udara.
Di tengah meningkatnya potensi karhutla akibat cuaca kering berkepanjangan, masyarakat juga diminta tetap waspada dan tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memicu kebakaran lebih luas.


