PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

ITK Tuan Rumah LPDP 2026: Dorong Dosen S3 di Luar Negeri-Sentil AI

Home Berita Itk Tuan Rumah Lpdp 2026: ...

Institut Teknologi Kalimantan (ITK) menjadi salah satu titik penting sosialisasi dan seleksi Beasiswa LPDP Tahap 2 Tahun 2026.


ITK Tuan Rumah LPDP 2026: Dorong Dosen S3 di Luar Negeri-Sentil AI
LPDP Tahap 2 Tahun 2026 di Kampus ITK, Balikpapan, Selasa (14/7/2026). Foto: Ekpos/Erik

EKSPOSKALTIM, Balikpapan – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi membuka rangkaian sosialisasi dan seleksi Beasiswa Tahap 2 Tahun 2026. Kota Balikpapan, tepatnya Institut Teknologi Kalimantan (ITK), jadi tuan rumah seminar kebijakan sekaligus simulasi pendaftaran beasiswa bergengsi tersebut, Selasa (14/7).

Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas pemerataan informasi serta menjaring talenta terbaik di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), khususnya di wilayah Kalimantan.

Direktur Keuangan dan Umum LPDP, Albertus Kurniadi Hendartono, mengungkapkan bahwa kehadiran LPDP di ITK merupakan representasi dari program prioritas pemerintah untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan SDM di sektor teknologi dan sains.

"Secara khusus, kami menerjemahkan adanya kebutuhan pengembangan STEM di dalam bidang-bidang yang disiapkan LPDP. Kehadiran kami di sini agar masyarakat di daerah mendapatkan informasi yang setara dan memiliki peluang yang sama untuk berjuang memperoleh beasiswa," ujar Albertus.

Sentil Penggunaan AI dan Dorong Integritas

Mengingat masa pendaftaran yang tergolong pendek, berkisar satu bulan, Albertus mengingatkan para calon pelamar untuk mempersiapkan dokumen dengan sangat matang.

Namun, poin krusial yang ia garis bawahi adalah aspek integritas. Di tengah gempuran teknologi, LPDP secara tegas melarang penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam penyusunan berkas pendaftaran, seperti esai atau rencana studi.

"Persaingan ini cukup ketat, jadi persiapkan diri dan dokumen dengan baik. Yang paling penting adalah integritas; dokumen itu harus dibuat sendiri, jangan gunakan AI. Gunakan sesuatu yang keluar murni dari hati," tegasnya.

Terkait target serapan tahun ini, Albertus menyebutkan bahwa pihaknya merujuk pada data historis pascapandemi, di mana rata-rata penerima beasiswa (awardee) berkisar antara 4.000 hingga 5.000 orang per tahun. LPDP enggan mematok angka kaku lantaran banyaknya variabel kelulusan peserta.

Genjot Akses untuk Daerah 3T dan Kelonggaran Syarat Bahasa

Lebih lanjut, Albertus mengakui Indonesia masih harus memacu kualitas SDM demi mengejar ketertinggalan dari negara tetangga seperti Malaysia. Salah satu kendala utama selama ini adalah terbatasnya akses masyarakat terhadap dukungan pendanaan pendidikan tingkat lanjut (S2 dan S3).

Untuk mengatasi ketimpangan tersebut, LPDP memperkuat skema jalur Afirmasi yang menyasar Kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Saat ini, tercatat ada 170 daerah afirmasi yang diprioritaskan. Kebijakan terbaru LPDP bahkan menargetkan setidaknya ada satu alumni LPDP yang kembali dan mengabdi di tiap-tiap daerah afirmasi tersebut.

Kemudahan juga diberikan dalam pemenuhan syarat kemampuan bahasa asing, yang kerap menjadi batu sandungan pendaftar dari daerah.

"Tidak semua pelamar berasal dari kota besar atau keluarga mampu. Karena itu, golongan yang masuk komponen afirmasi diberikan fasilitas dibantu untuk kemudahan sertifikasi bahasa. Aksesnya pun dipermudah, tes bahasa bisa diperoleh lewat kampus terdekat, tidak melulu harus melalui lembaga yang terkenal," jelas Albertus.

Selain program reguler S2, S3, dan Dokter Spesialis, LPDP kini juga tengah mengembangkan porsi untuk jenjang S1, meski jumlahnya belum sebanyak pascasarjana. Salah satu program inovatif yang ditawarkan adalah Program 3-1-1, yakni skema kuliah tiga tahun di dalam negeri, satu tahun di luar negeri lewat kemitraan kampus Indonesia, dan menambah satu tahun lagi langsung di kampus mitra luar negeri.

ITK Bersiap Jadi Motor Penggerak SDM Berbasis STEM

Merespons kebijakan tersebut, Rektor ITK, Prof. Agus Rubiyanto, menyambut baik langkah strategis LPDP. Sebagai satu-satunya perguruan tinggi negeri di Kalimantan yang murni berbasis STEM, ITK dinilai berada di posisi strategis untuk melahirkan inovator masa depan.

"Membangun bangsa ini harus dengan SDM yang unggul. Berkaca dari negara maju seperti China dan Korea Selatan, kemajuan mereka ditopang oleh SDM berbasis STEM. Perguruan tinggi berbasis STEM di Indonesia mutlak perlu ditingkatkan," kata Prof. Agus.

Sosialisasi ini menjadi momentum emas, terutama bagi para dosen muda di Kalimantan untuk melanjutkan studi ke tingkat doktoral (S3). Sejauh ini, tercatat sudah ada 10 dosen ITK yang sedang dan telah menempuh studi luar negeri melalui pendanaan LPDP, menyebar di negara-negara seperti Jepang, Inggris, Australia, hingga Austria. Terbaru, dua dosen ITK juga berhasil lolos untuk melanjutkan studi ke Korea Selatan.

Prof. Agus menambahkan bahwa dampak kepulangan para alumni LPDP sudah mulai dirasakan langsung oleh institusi. Salah satunya adalah dosen Statistika ITK yang kini dipercaya memimpin program Magister Manajemen Teknologi setelah menyelesaikan studinya di luar negeri.

"Penerima beasiswa LPDP ini bukan sekadar mahasiswa, mereka adalah diplomat bangsa yang membawa citra Indonesia di mata dunia. Nama Indonesia itu sangat harum di luar negeri, seperti di Jerman contohnya. Potensi inilah yang harus terus kita pupuk demi kemajuan daerah dan nasional," pungkasnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :