Pengakuan salah satu pelaku yang baru ditangkap polisi mulai membuka tabir tragedi Katingan. Tergambar bagaimana tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan diburu menggunakan kelotok, ditembaki dengan senjata api rakitan, lalu diserang tombak di tepi sungai.
EKSPOSKALTIM, Katingan - Pengakuan salah satu pelaku yang baru ditangkap mulai membuka tabir tragedi berdarah di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan.
Dari hasil interogasi awal, terungkap bagaimana tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan diduga diburu menggunakan kelotok, ditembaki dengan senjata api rakitan, hingga diserang menggunakan tombak sebelum ditemukan tewas.
Seorang tersangka baru tersebut adalah seorang pria berinisial Y alias Yadi pada Rabu (8/7/2026).
Berdasarkan rekaman video interogasi awal yang diterima media ini, Y mengaku terlibat dalam rangkaian aksi penyerangan terhadap aparat saat operasi penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah.
Dalam pemeriksaan itu, Y mengaku ikut membakar kendaraan operasional polisi yang digunakan saat penggerebekan berlangsung.
Tak hanya itu, ia juga mengaku turut mengejar anggota Satresnarkoba yang berusaha menyelamatkan diri ke arah Sungai Katingan.
"Saya ikut mengejar anggota yang kabur ke Sungai Katingan. Naik kelotok bersama pelaku lainnya," ujar Y dalam video interogasi tersebut.
Pengakuan Y sekaligus menguatkan dugaan sebelumnya bahwa para korban sempat diburu setelah kericuhan pecah saat penggerebekan berlangsung.
Dalam keterangannya, Y menyebut kelompok pelaku telah menyiapkan sejumlah senjata rakitan untuk menghadapi petugas.
Ia mengaku sedikitnya terdapat empat pucuk senjata rakitan yang digunakan dalam peristiwa tersebut.
"Ada empat pucuk," katanya.
Y juga menyebut sejumlah nama yang diduga ikut terlibat dalam pengejaran menggunakan perahu motor maupun penyerangan terhadap petugas.
Menurut pengakuannya, salah seorang yang disebut bernama Ateng diduga berperan melakukan penembakan. Ateng adalah salah satu tersangka yang sudah ditangkap sebelumnya saat bersembunyi di sebuah lanting atau perahu pertambangan emas liar.
"Ateng yang menembak," ungkapnya.
Lihat postingan ini di Instagram
Keterangan itu masih akan didalami penyidik untuk memastikan peran masing-masing pihak yang disebut dalam interogasi.
Y kemudian juga mengungkap dugaan penyerangan menggunakan senjata tajam terhadap anggota polisi yang terkepung di kawasan sungai.
Saat ditanya penyidik apakah sempat terjadi penombakan terhadap korban, Y mengaku serangan itu mengenai bagian depan tubuh korban.
"Sempat menombak anggota polisi? Bagian mana?" tanya petugas.
"Bagian depan," jawab Y.
Meski demikian, Y mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa yang melakukan penembakan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Ia juga mengklaim tidak berada di lokasi ketika proses eksekusi terakhir terjadi.
"Saya kan juga di air," katanya.
Penyidik memastikan seluruh pengakuan tersebut masih akan diverifikasi melalui pemeriksaan lanjutan, konfrontasi antartersangka, keterangan saksi, serta pencocokan dengan hasil forensik dan olah tempat kejadian perkara.
Pengakuan Y menjadi perkembangan penting dalam pengusutan tragedi yang menewaskan tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan, yakni Ipda (Anumerta) Sumariyanto, Aiptu (Anumerta) Yudhie Perdana Putra, dan Briptu (Anumerta) Nopandri Ramadhana.
Sebelumnya, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengungkap dugaan kuat bahwa ketiga korban bukan meninggal akibat tenggelam, melainkan dibunuh terlebih dahulu sebelum jasadnya dibuang ke sungai.
Soal penangkapan tersangka terbaru ini, salah satu Komisioner Kompolnas, Choirul Anam mengaku belum menerima informasi.
"Yang pasti proses berjalan dan ada progres," kata Anam dihubungi Ekspos Kaltim, Rabu (8/7).
Di sisi lain, pengejaran terhadap pelaku lain masih terus dilakukan.
Polisi sebelumnya telah menetapkan tiga tersangka yakni S alias Ateng, R, dan N. Setelah penangkapan Yadi dan L pada Rabu pagi, jumlah orang yang diamankan bertambah menjadi lima.
Namun penyidik memastikan masih terdapat sejumlah pelaku lain yang diburu, termasuk seorang perempuan yang sejak awal masuk daftar target operasi (TO) dalam penggerebekan jaringan narkoba tersebut.
Selain itu, aparat juga masih memburu beberapa nama yang diduga terlibat dalam rangkaian penyerangan terhadap anggota kepolisian saat operasi berlangsung.
"Lakukan tindakan tegas terukur terhadap bandar atau gembong narkoba yang melawan upaya penegakan hukum. Apalagi membahayakan jiwa petugas atau masyarakat," ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit.




