PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Samarinda Pertahankan Buku Gratis untuk Ribuan Siswa

Home Berita Di Tengah Efisiensi Angga ...

Ribuan siswa SD dan SMP dipastikan tetap menerima Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) secara gratis tahun ini tanpa membebani orang tua.


Di Tengah Efisiensi Anggaran, Samarinda Pertahankan Buku Gratis untuk Ribuan Siswa
Siswa SD negeri di Samarinda saat kegiatan belajar mengajar. Disdikbud pastikan pengadaan LKPD tetap berjalan, kepala sekolah dilarang menjual buku dan diminta optimalkan dana BOSDA. Ekspos/Sintya

EKSPOSKALTIM, Samarinda– Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan program penyediaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) tetap berjalan tahun ini. Meski pemerintah tengah menghadapi keterbatasan fiskal dan kebijakan efisiensi anggaran, program ini dipertahankan sebagai bentuk komitmen untuk menjamin seluruh siswa memperoleh bahan ajar gratis tanpa membebani orang tua.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Wahiduddin, menegaskan bahwa Wali Kota Samarinda memberikan perhatian khusus terhadap keberlanjutan program LKPD ini. Sebab, manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Menurutnya, di tengah berbagai penyesuaian anggaran, pemerintah tetap memprioritaskan program yang berdampak langsung pada proses belajar-mengajar. LKPD dinilai sebagai salah satu kebutuhan dasar siswa yang wajib dipenuhi melalui pembiayaan pemerintah.

"Karena LKPD ini dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat, Pak Wali Kota sangat respect agar masyarakat bisa mendapatkan buku untuk anak-anaknya secara gratis," ujar Wahiduddin Selasa (7/7/2026).

Seiring dengan kebijakan tersebut, Disdikbud kembali mengingatkan seluruh kepala sekolah agar tidak melakukan praktik jual-beli buku di lingkungan sekolah. Pengadaan buku wajib memanfaatkan anggaran resmi yang tersedia melalui Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).

"Kami sudah mengumpulkan kepala sekolah dan menyampaikan untuk tidak ada lagi jual-beli buku. Silakan berdayakan atau optimalkan anggaran dari BOSDA untuk pembelian buku, lalu disalurkan melalui perpustakaan sekolah," tegasnya.

Ia menjelaskan, mekanisme ini merupakan upaya pemerintah untuk memastikan seluruh peserta didik memperoleh akses bahan ajar tanpa pungutan tambahan, baik dari pihak sekolah maupun orang tua.

Disdikbud juga memastikan pengadaan LKPD tahun ini telah rampung. Saat ini, prosesnya sudah memasuki tahap pendistribusian ke seluruh satuan pendidikan.

"Dipastikan untuk tahun ini tinggal penyaluran saja," pungkas Wahiduddin.

Sebagaimana diketahui Pemkot Samarinda sejak tahun lalu menyiapkan anggaran sebesar Rp82 miliar untuk pengadaan LKPD dari penerbit bagi siswa SD dan SMP. Setelah dikaji ulang dan berbagai pertimbangan, anggaran tersebut menyusut menjadi Rp16 miliar dengan skema cetak mandiri. Di samping itu, alasan pengadaan dengan skema cetak mandiri adalah guru-guru di Samarinda dinilai memiliki potensi untuk menyusun sendiri bahan ajar yang relevan berdasarkan referensi buku paket.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :