Butiran debu cokelat misterius menyelimuti permukiman di sejumlah kawasan Balikpapan sejak Selasa pagi. Warga mengeluhkan debu menempel di rumah dan kendaraan hingga memicu tenggorokan gatal.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Fenomena hujan debu berwarna cokelat melanda sebagian wilayah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (23/6/2026) pagi. Butiran debu halus itu dilaporkan menyelimuti teras rumah, kendaraan, hingga tanaman warga di sejumlah kawasan Balikpapan Tengah dan Balikpapan Utara.
PT Kilang Pertamina Balikpapan mengakui adanya laporan tersebut dan menyebut indikasi debu kemungkinan berasal dari aktivitas operasi awal kilang baru yang sedang dalam tahap pengaliran bahan baku.
Arif Fadillah, warga RT 61, Kelurahan Karang Rejo, Balikpapan Tengah, mengungkapkan partikel debu sudah mulai terasa sejak sebelum subuh.
"Waktu mau ke masjid kok seperti ada debu menempel di wajah. Pas pagi baru kelihatan jelas, mulai di kursi, mobil, jalanan, sampai tanaman itu semuanya berdebu cokelat," kata Fadil.
Fadil menduga debu berasal dari kawasan kilang Pertamina, mengingat posisi Kelurahan Karang Rejo berdekatan dengan area industri tersebut. "Karena malam sebelumnya api di obor Pertamina besar sekali, tidak seperti biasanya. Dugaan saya mungkin debu itu imbas dari sana," ujar pekerja media satu ini.
Keluhan serupa disampaikan Dewi, warga Strat 2, Kelurahan Gunung Samarinda, Balikpapan Utara. Ia baru menyadari fenomena ini sekitar pukul 09.30 WITA saat mendapati teras rumahnya dipenuhi serpihan halus menyerupai pasir berwarna cokelat dengan tekstur lebih lembut dari pasir biasa.
Yang membuat Dewi lebih khawatir adalah dampaknya terhadap kesehatan, terutama bagi anak balitanya yang berusia tiga tahun.
"Debunya bikin gatal di tenggorokan kalau kehirup, apalagi orang rumah posisinya memang sedang batuk. Saya sengaja tidak mau menyapu karena takut debunya makin beterbangan, jadi lebih memilih menyiram teras sampai balkon pakai air," keluhnya.
Dewi berharap dinas terkait segera melakukan investigasi untuk menjelaskan asal-usul dan kandungan debu tersebut. "Pastinya kami sebagai warga was-was, sebab kita tidak tahu dari mana asalnya debu ini, apakah berbahaya buat kesehatan atau tidak," kata dia.
Pertamina: Masih dalam Batas Aman
VP Legal & Relation PT Kilang Pertamina Balikpapan, Asep Sulaeman, menyatakan pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat dan sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Berdasarkan hasil identifikasi awal terhadap indikasi debu yang dilaporkan, dapat kami sampaikan bahwa karakteristik material tersebut masih berada dalam batas yang tergolong aman bagi kesehatan dan tidak menunjukkan tingkat risiko yang signifikan," ujar Asep dalam keterangan resminya.
Ia menambahkan perusahaan akan terus berkoordinasi dengan kelurahan, masyarakat, dan instansi terkait, serta melakukan pemantauan berkelanjutan.
"Informasi terbaru akan terus kami sampaikan kepada instansi terkait seiring dengan perkembangan hasil pemantauan dan evaluasi yang dilakukan," tambahnya.
Masyarakat yang memiliki keluhan dapat menyampaikannya melalui kelurahan setempat yang telah ditetapkan sebagai jalur koordinasi resmi perusahaan.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, menyatakan akan segera mencari informasi lebih lanjut terkait fenomena yang menimpa warga Balikpapan ini.
"Kami coba cari tahu tentang hal ini. Kalau ada informasi tersebut, segera kita akan lakukan cross-check," ujar Sudirman singkat.



