Jika pada tahun-tahun sebelumnya gangguan sistem kerap menjadi kekhawatiran, SPMB 2026 di Samarinda justru menghadirkan persoalan berbeda. Infrastruktur digital relatif stabil, sementara kemampuan sebagian pengguna mengikuti proses pendaftaran online masih menjadi pekerjaan rumah.
EKSPOSKALTIM, Samarinda — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mengeklaim pendaftaran daring Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 berjalan stabil meski telah melayani ribuan pendaftar.
Di balik tingginya angka pendaftaran, tantangan terbesar justru bukan berasal dari kapasitas server, melainkan kemampuan sebagian masyarakat dalam mengoperasikan sistem digital.
Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Samarinda, Suparmin, mengungkapkan hingga penutupan jalur pendaftaran SD kemarin (11/6), jumlah pendaftar yang masuk ke sistem mencapai 9.639 calon peserta didik.
“Untuk SD, jalur domisili ada 8.689 data, jalur afirmasi 703 dan mutasi 247. Sementara daya tampung SD negeri sekitar 12 ribu kursi,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).
Sementara itu, pada hari pertama pendaftaran SMP melalui jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi, jumlah pendaftar juga menunjukkan antusiasme yang cukup tinggi.
“Jalur afirmasi kemarin sudah 1.047, mutasi 108, prestasi akademik 677 dan nonakademik 337,” katanya.
Meski ribuan pendaftar mengakses sistem secara bersamaan, Diskominfo memastikan performa aplikasi tetap terkendali. Menurut Suparmin, penggunaan sumber daya server selama proses pendaftaran bahkan belum pernah menyentuh angka 20 persen.
“Traffic aman. Karena setiap pengembangan aplikasi ada user requirement yang menggunakan bahasa pemrograman terbaru dan infrastruktur cloud yang lebih aman,” jelasnya.
Ia mengatakan pola akses masyarakat relatif stabil tanpa lonjakan ekstrem yang berpotensi mengganggu layanan.
“Berarti SD dan SMP berimbang. Harusnya aman,” ujarnya.
Di tengah stabilitas sistem, Diskominfo mencatat kendala yang paling sering muncul justru berasal dari aspek pengguna. Tidak semua orang tua memahami mekanisme pendaftaran digital, terutama saat melakukan penentuan titik koordinat domisili.
Sebab itu disiapkan tim operator di setiap sekolah untuk membantu orang tua siswa untuk melakukan pendaftaran.
“Dan titiknya harus dikonfirmasi benar atau tidak. Umpamanya domisili, dibantu di rumahnya. Karena auto tagging, makanya harus double check karena bertingkat,” jelas Suparmin.
Sesuai jadwal resmi SPMB 2026, pendaftaran SMP jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi berlangsung pada 11–17 Juni 2026 dengan pengumuman hasil seleksi pada 22 Juni 2026.
Sementara jalur domisili dibuka 22–26 Juni 2026 dan diumumkan pada 29 Juni 2026. Adapun daftar ulang seluruh jalur dilaksanakan pada 1–3 Juli 2026. Tahun ajaran baru akan dimulai pada 13 Juli 2026, sedangkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dijadwalkan berlangsung pada 14–18 Juli 2026.
Suparmin memastikan seluruh hasil seleksi nantinya dapat diakses langsung melalui akun masing-masing peserta.
“Bisa langsung login dan lihat diterima atau tidak. Karena sudah dipublish juga terkait kuota setiap sekolah,” pungkasnya.



