PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Dinkes Samarinda Ungkap Hipertensi dan Diabetes Kini Banyak Serang Usia Muda

Home Berita Dinkes Samarinda Ungkap H ...

Dinkes Samarinda mengungkap hipertensi dan diabetes kini banyak menyerang usia muda hingga 20 tahun. Faktor gaya hidup disebut menjadi pemicu utama meningkatnya penyakit tidak menular.


Dinkes Samarinda Ungkap Hipertensi dan Diabetes Kini Banyak Serang Usia Muda
Dinkes Samarinda mengungkap hipertensi dan diabetes kini banyak menyerang usia muda hingga 20 tahun. Faktor gaya hidup disebut menjadi pemicu utama meningkatnya penyakit tidak menular. (Foto: Ilustrasi/AI)

EKSPOSKALTIM, SAMARINDA – Hipertensi dan Diabetes Melitus (DM) menjadi dua komoditas penyakit yang menjadi perhatian krusial pemerintah pusat dan daerah. Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda menyebut bahwa penyakit tidak menular (PTM) ini tidak lagi didominasi oleh kelompok lanjut usia, melainkan telah merambah ke masyarakat berusia muda.

Kepala Dinkes Samarinda, dr Ismed Kusasih menegaskan bahwa kedua PTM ini telah diklasifikasikan ke dalam 2 dari 12 indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan yang bersifat mandatori dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Intervensi serius ini diberlakukan mengingat tingginya angka yang dipicu oleh komplikasi sekunder kedua penyakit tersebut.

"Karena memang dua penyakit ini ujung-ujungnya dikhawatirkan angka kematiannya yang cukup tinggi. Itu yang menjadi concern dari Kementerian Kesehatan,” ujar Ismed.

Ismed menjelaskan bahwa fatalitas tersebut bukan terjadi karena hipertensi atau diabetesnya secara langsung, melainkan komplikasi yang menyertainya. Hipertensi berujung pada penyakit kardiovaskular, jantung, hingga stroke. Sementara diabetes menjadi pintu masuk bagi berbagai penyakit fatal lainnya.

Secara epidemiologi, Ismed tak menampik bahwa faktor degradasi usia memengaruhi kerentanan tubuh manusia akibat paparan polutan dan penurunan fungsi organ secara gradual.

Jika sebelumnya diabetes dan hipertensi diidentifikasi pada usia di atas 45 hingga 50 tahun, saat ini kerap ditemukan di rentang usia 20 tahun.

Mengenai aspek genetika atau faktor keturunan, Ismed memaparkan bahwa hal tersebut memang dibedakan berdasarkan klasifikasi, seperti pembagian Diabetes Melitus tipe 1 dan tipe 2. Namun, persentase terbesar dari lonjakan kasus PTM ini tetap diakumulasi oleh faktor perilaku (gaya hidup).

“Tapi kalau memang awalnya sudah tahu turunannya ada riwayat DM misalnya, harusnya dia sudah berjaga-jaga," imbuhnya.

Guna menekan laju prevalensi kasus, Dinkes Samarinda menggeser orientasi penanganan dari kuratif menuju penguatan sektor promotif dan preventif. Strategi ini memosisikan fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas diintegrasikan melalui kolaborasi lintas sektoral bersama posyandu, gerakan masyarakat (Germas), hingga organisasi sosial.

"Mereka tidak bisa bekerja sendiri, melainkan wajib berkolaborasi dengan stakeholder setempat," kata Ismed.

Berdasarkan data capaian kinerja SPM Dinkes Samarinda pada tahun anggaran sebelumnya, target intervensi terhadap penderita PTM diklaim berjalan fluktuatif namun mendekati pagu maksimal.

Pada sektor penanganan hipertensi, dari total sasaran sekitar 217 ribu jiwa, realisasi penanganan medis berhasil menyentuh angka hampir 99 persen. Sementara untuk komoditas diabetes melitus, dari estimasi sasaran sebanyak 24 ribu penderita, grafik penanganan struktural telah dicapai sebesar hampir 97 persen.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :