PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Kesaksian Aktivis Flotilla Gaza Ungkap Dugaan Penyiksaan di Tahanan Israel

Home Berita Kesaksian Aktivis Flotill ...

Laporan organisasi hak asasi Israel, Adalah, mengungkap dugaan kekerasan fisik dan psikologis terhadap aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan setelah kapal mereka dicegat pasukan Israel di perairan internasional menuju Gaza, termasuk penggunaan sengatan listrik, pemaksaan posisi tidak manusiawi, serta sejumlah korban luka serius yang harus menjalani perawatan medis.


Kesaksian Aktivis Flotilla Gaza Ungkap Dugaan Penyiksaan di Tahanan Israel
Kapal-kapal dari "Global Sumud Flotilla 2026 Spring Mission," yang bertujuan untuk menembus blokade Israel di Gaza dan mengirimkan bantuan kemanusiaan, berangkat dari marina di Augusta di pulau Sisilia, Italia, pada 26 April 2026. Armada yang terdiri dari 65 kapal tersebut berlayar ke Laut Mediterania secara berurutan pada sore hari sesuai dengan urutan yang telah ditetapkan, dengan banyak bendera Palestina terlihat berkibar di tiang-tiang kapal. (ANTARA/Bar?? Seçkin - Anadolu Agency/pri.) (ANTARA/Bar?? Seçkin - Anadolu Agency/pri.)

EKSPOSKALTIM, Jakarta - Lembaga hak asasi Israel, Adalah, mengungkap dugaan kekerasan fisik dan psikologis terhadap aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan pasukan Israel setelah kapal mereka dicegat di perairan internasional saat menuju Gaza.

Adalah pada Rabu (20/5) menyebut sedikitnya tiga aktivis harus dirawat di rumah sakit akibat luka serius. Puluhan lainnya dilaporkan mengalami dugaan patah tulang rusuk serta kesulitan bernapas setelah mengalami kekerasan selama penahanan.

Tim hukum Adalah menyatakan telah mengumpulkan sejumlah kesaksian yang dinilai konsisten terkait dugaan penggunaan sengatan listrik berulang terhadap para aktivis yang ditahan.

Selain itu, Adalah juga mendokumentasikan dugaan perlakuan tidak manusiawi selama proses pemindahan para tahanan ke Pelabuhan Ashdod. Para aktivis disebut dipaksa berjalan sambil membungkuk dalam dan berlutut dalam waktu lama, dalam kondisi yang disebut menyakitkan dan merendahkan.

Kelompok tersebut juga melaporkan bahwa sejumlah aktivis perempuan dipaksa melepas jilbab mereka selama dalam penahanan.

Adalah menyebut para tahanan diperkirakan akan dihadapkan ke pengadilan atau otoritas terkait pada Kamis untuk peninjauan status sebelum proses deportasi dilakukan.

Sebelumnya, pada hari yang sama, Adalah menuduh otoritas Israel menjalankan kebijakan yang disebut sebagai bentuk kriminal berupa penyiksaan dan penghinaan terhadap para aktivis.

Tuduhan itu menguat setelah beredarnya video yang diunggah Otoritas Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, yang memperlihatkan para aktivis berlutut dengan tangan diborgol di belakang, wajah menghadap lantai, sementara lagu kebangsaan Israel diputar.

Para aktivis tersebut diketahui dipindahkan ke Pelabuhan Ashdod setelah Israel mencegat Global Sumud Flotilla di perairan internasional.

Adalah juga menyebut informasi terkait lokasi, status hukum, dan kondisi para tahanan saat ini masih sangat dibatasi.

Armada Global Sumud Flotilla sebelumnya berangkat Kamis lalu dari distrik Marmaris, Turki, dalam upaya terbaru menembus blokade Israel atas Gaza yang telah berlangsung sejak 2007.

Insiden ini bukan yang pertama. Pada akhir April, militer Israel juga disebut menyerang kapal-kapal armada serupa di perairan internasional dekat Pulau Kreta, Yunani, yang saat itu membawa 345 peserta dari 39 negara.

Israel diketahui telah memberlakukan blokade ketat terhadap Jalur Gaza sejak 2007, yang berdampak pada sekitar 2,4 juta penduduk wilayah tersebut yang berada dalam kondisi krisis kemanusiaan.

Sejak Oktober 2023, serangan militer Israel di Gaza juga disebut telah menewaskan lebih dari 72.000 orang dan melukai lebih dari 172.000 lainnya, serta menyebabkan kerusakan luas di wilayah tersebut. (anadolu)


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :