Tragedi siswa SMK Samarinda yang diduga tak terjangkau bansos membuka celah serius dalam pendataan kemiskinan nasional.
EKSPOSKALTIM, Samarinda - Kematian siswa SMK yang diduga dipicu infeksi akibat sepatu kekecilan di Samarinda disorot Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf. Akurasi data kemiskinan serta koordinasi pusat dan daerah jadi atensi.
Gus Ipul, sapaan karibnya, meminta penajaman data kemiskinan dan penguatan kerja sama dengan pemerintah daerah guna mencegah kasus serupa terulang.
“Kata kuncinya adalah data dan kita perlu kerja sama dengan pemerintah daerah. Tak mungkin Jakarta bisa menjangkau seluruh daerah di Indonesia tanpa kerja sama itu. Kita harus pastikan anak-anak dari keluarga yang memerlukan dukungan bisa kita jangkau,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (6/5).
Peristiwa memilukan menimpa Mandala Rizky Syahputra (16), siswa kelas 2 SMKN 4 Samarinda, yang diduga meninggal dunia akibat infeksi serius. Kondisi itu disebut dipicu penggunaan sepatu sekolah yang sudah tidak sesuai ukuran.
Keterbatasan ekonomi membuat Mandala tetap mengenakan sepatu ukuran 40 meski ukuran kakinya telah mencapai 44. Kondisi tersebut diduga menyebabkan luka parah saat menjalani program magang. Keluarga korban juga dilaporkan belum terdaftar sebagai penerima bantuan sosial pemerintah.
Menanggapi hal itu, Gus Ipul menyebut Kementerian Sosial tengah memaksimalkan teknologi melalui aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIK-NG) untuk memperkuat penginputan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang terhubung dari tingkat desa hingga pusat.
Langkah tersebut didukung petugas Badan Pusat Statistik (BPS) dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di daerah untuk melakukan verifikasi lapangan atau ground check.
“Kalau misalnya kita ketahui sebelumnya dengan data yang ada, kita bisa melakukan intervensi. Jadi kita bisa mencegah adanya hal-hal yang memang menjadi bagian dari tugas kita untuk memberikan bantuan,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) di tingkat desa sebagai garda terdepan dalam menampung keluhan warga, termasuk kebutuhan mendesak seperti perlengkapan sekolah.
Kementerian Sosial, menurut dia, akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar kasus pengecualian data seperti yang dialami keluarga Mandala tidak kembali terjadi, sehingga perlindungan sosial dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara lebih menyeluruh. (ant)



.jpeg)