PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Proyek Jembatan Baru Penajam ke IKN Tembus Rp1,2 Triliun

Home Berita Proyek Jembatan Baru Pena ...

Pembangunan jembatan penghubung Penajam Paser Utara ke kawasan IKN diproyeksikan menelan anggaran sekitar Rp1,2 triliun, dengan proses perencanaan teknis kini mulai berjalan.


Proyek Jembatan Baru Penajam ke IKN Tembus Rp1,2 Triliun
Jalur jalan pendekat ke arah jembatan Pulau Balang menuju kawasan IKN dapat diihubungkan jembatan Sungai Riko di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (ANTARA/HO-dokumen Humas Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara)

EKSPOSKALTIM, Penajam - Rencana pembangunan Jembatan Sungai Riko yang menghubungkan Kabupaten Penajam Paser Utara dengan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai memasuki tahap awal. Proyek ini diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp1,2 triliun.

Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor mengatakan, keberadaan jembatan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung kesiapan infrastruktur menuju kawasan IKN.

“Kesiapan infrastruktur sangat penting dan strategis mendukung kawasan IKN,” ujarnya, Rabu.

Jembatan Sungai Riko dirancang sebagai akses jalan pendekat dari Jembatan Pulau Balang menuju IKN. Jalur ini akan melintasi sejumlah wilayah, mulai dari Kelurahan Pantai Lango, Gersik, Jenebora, Buluminung hingga Kelurahan Penajam.

Selain memperpendek akses menuju IKN, jembatan ini juga diproyeksikan membuka konektivitas ke kawasan peruntukan industri Buluminung dan Pelabuhan Benuo Taka di Penajam Paser Utara.

Pemerintah kabupaten, kata Mudyat, telah menyiapkan dana rintisan sebagai bentuk komitmen awal. Namun, keterbatasan anggaran daerah membuat proyek ini akan melibatkan dukungan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

“Tetapi karena keterbatasan anggaran pemerintah kabupaten, pembangunan jembatan melibatkan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat,” katanya.

Sebagai langkah awal, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengalokasikan sekitar Rp8 miliar untuk evaluasi dokumen perencanaan teknis atau detail engineering design (DED) serta pra studi kelayakan (feasibility study/FS).

Proses evaluasi tersebut saat ini telah memasuki tahap lelang dan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar sembilan bulan atau sebelum akhir tahun. Hasilnya akan diajukan ke pemerintah pusat sebagai dasar penganggaran pembangunan lanjutan.

“Hasil evaluasi itu diajukan kepada pemerintah pusat untuk pembangunan lanjutan, dana keseluruhan proyek kisaran Rp1,2 triliun,” tambahnya.

Secara teknis, Jembatan Sungai Riko dirancang memiliki bentang utama sepanjang 500 meter. Selain itu, akan dibangun jembatan pendekat sepanjang kurang lebih satu kilometer, mengingat kondisi geografis wilayah yang didominasi kawasan rawa.

Pembangunan jembatan ini diharapkan memperkuat konektivitas antarwilayah di kawasan penyangga IKN, sekaligus mendorong kelancaran distribusi, pertumbuhan ekonomi, serta membuka peluang investasi dan usaha baru bagi masyarakat sekitar.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :