PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Cuaca Ekstrem Mengintai, Kaltim Waspada Hujan hingga Angin Kencang

Home Berita Cuaca Ekstrem Mengintai, ...

BMKG memperingatkan potensi hujan hingga angin kencang di Samarinda dan sejumlah wilayah Kaltim, di tengah proyeksi kemarau panjang yang justru meningkatkan risiko bencana.


Cuaca Ekstrem Mengintai, Kaltim Waspada Hujan hingga Angin Kencang
Ilustrasi - Sejumlah kendaraan menembus hujan yang lebat. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/rwa/am.

EKSPOSKALTIM, Samarinda – Ancaman cuaca ekstrem masih membayangi Kalimantan Timur (Kaltim). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di berbagai wilayah, termasuk Samarinda dan kota-kota lain di Kalimantan, Selasa (28/4). 

Prakirawan BMKG, Diah Ayu R, menjelaskan kondisi ini dipicu oleh adanya daerah konvergensi yang memanjang di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan. Fenomena ini meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara signifikan di daerah yang dilaluinya.

Samarinda bersama sejumlah kota lain seperti Pontianak, Palangka Raya, Banjarmasin, dan Tanjung Selor diprakirakan mengalami hujan ringan hingga sedang. Sementara beberapa wilayah lain di Indonesia bahkan berpotensi diguyur hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

Sebelumnya, kondisi serupa juga telah terdeteksi BMKG, di mana hujan ringan mendominasi Samarinda dalam beberapa hari terakhir akibat dinamika atmosfer yang aktif.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba, termasuk potensi genangan, pohon tumbang, hingga gangguan aktivitas harian.

Di sisi lain, peringatan ini datang beriringan dengan proyeksi musim kemarau panjang yang justru berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menteri Lingkungan Hidup sebelumnya, Hanif Faisol Nurofiq, mengingatkan bahwa Indonesia akan menghadapi periode kemarau hingga tujuh bulan, dengan tingkat curah hujan terendah dalam 30 tahun terakhir.

“Di tahun 2026 ini sesuai proyeksi dari BMKG, kita akan mengalami masa kemarau yang panjang, mencapai puncak sekitar bulan Agustus-September 2026, baru akan berakhir bulan November 2026. Ada tujuh bulan yang akan kita hadapi (sejak April), dengan tingkat curah hujan akan berada pada kondisi paling rendah selama 30 tahun,” ujarnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :