PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Kaltim Berisiko Tinggi Karhutla, 77 Hotspot Terdeteksi di Paser hingga Kutim

Home Berita Kaltim Berisiko Tinggi Ka ...

Sebanyak 77 titik panas mulai terpantau tersebar di sejumlah wilayah Kalimantan Timur. BPBD menanti penetapan status siaga bencana karhutla. 


Kaltim Berisiko Tinggi Karhutla, 77 Hotspot Terdeteksi di Paser hingga Kutim
Tim Gabungan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim, memadamkan api karhutla di Kecamatan Penajam, April 2024. Foto: ANTARA

EKSPOSKALTIM, Samarinda - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur (Kaltim) mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Itu, seiring terdeteksinya sekitar 77 titik panas (hotspot) yang tersebar di sejumlah wilayah.

Koordinator Pusdalops BPBD Kaltim Cahyo Kristanto menyatakan pihaknya saat ini masih menunggu penetapan status siaga bencana hidrometeorologi dari pemerintah provinsi sebagai dasar penguatan penanganan di lapangan.

“Status siaga masih menunggu SK Gubernur. Regulasinya sedang berproses dan kami berharap dalam waktu dekat sudah ditetapkan,” ujar Cahyo, ditulis Kamis (2/4). 

Meski status resmi belum ditetapkan, BPBD Kaltim tetap melakukan langkah antisipatif. Upaya tersebut dilakukan seiring prakiraan puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Juli hingga September. Fokusnya, pada kesiapan peralatan seperti mesin pompa air agar respons pemadaman bisa lebih cepat saat terjadi kebakaran.

Cahyo menekankan bahwa penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), perusahaan perkebunan, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA).

“Penanganan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada kerja sama semua pihak agar lebih efektif,” ujarnya.

Data pemantauan BPBD menunjukkan sebaran 77 titik panas tersebut berada di Kabupaten Paser, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Berau, hingga Kota Bontang. Sebaran ini memperlihatkan bahwa potensi kebakaran mulai muncul merata di sejumlah wilayah, meskipun kondisi cuaca di beberapa daerah masih disertai hujan.

Berdasar evaluasi penanganan tahun 2023, hampir seluruh wilayah Kaltim dikategorikan memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap karhutla, terutama pada kawasan lahan gambut yang rentan terbakar saat periode kering.

BPBD tetap mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat praktik tersebut berisiko memicu kebakaran yang meluas di tengah kondisi mulai mengering.

“Kami minta masyarakat lebih waspada. Jangan membuka lahan dengan cara dibakar karena risikonya sangat besar,” ucap Cahyo.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :