Daun kratom yang sebelumnya hanya dijual mentah oleh warga bantaran Sungai Mahakam kini mulai diolah dan diekspor, seiring upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara mendorong peningkatan nilai tambah dan ekonomi masyarakat.
EKSPOSKALTIM, Tenggarong - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, mengembangkan komoditas kratom sebagai penggerak ekonomi kerakyatan, mengingat selama ini warga telah terbiasa mengeringkan daun kratom yang tumbuh alami di bantaran sungai untuk kemudian dijual.
Dari praktik penjualan mentah tersebut, pemkab mendorong hilirisasi dengan menghadirkan investor untuk membangun pabrik pengolahan. Kini, fasilitas pengolahan kratom telah berdiri dan melibatkan warga sebagai pemasok bahan baku.
“Potensi kratom terbesar di kabupaten ini berada di hulu Sungai Mahakam, yakni di seputaran Kecamatan Kota Bangun, Muara Wis, Muara Muntai, Kenohan, dan Kecamatan Kembang Janggut. Kemudian Kecamatan Tenggarong Seberang juga termasuk banyak,” ujar Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, di Tenggarong, Senin (30/3).
Ia menyebut kratom memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya warga yang tinggal di kawasan bantaran sungai.
Momentum pengembangan ini juga didukung kebijakan pemerintah pusat melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 21 Tahun 2024 yang mengatur tata niaga ekspor kratom (mitragyna speciosa) dan berlaku sejak 29 Agustus 2024.
Sehari sebelumnya, saat meninjau pabrik pengolahan daun kratom milik PT DJB Botanicals Indonesia di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang, Rendi mengatakan bahwa sejak regulasi tersebut berlaku, kratom kembali dapat diekspor secara resmi.
“Berdasarkan Permendag Nomor 21 Tahun 2024 ini, maka kratom kini resmi boleh diekspor kembali. Alhamdulillah sekarang aman. Pemkab Kukar akan menyempurnakan via peraturan daerah bersama DPRD untuk melindungi petani terkait kratom ini,” ujarnya.
Pemkab Kukar juga mendorong petani untuk terus meningkatkan kualitas budi daya kratom, mengingat persoalan mutu masih menjadi tantangan utama, serupa dengan komoditas lain seperti rumput laut.
Kratom merupakan tanaman endemik Kalimantan yang banyak tumbuh alami di kawasan riparian Sungai Mahakam beserta anak sungainya. Tanaman ini dikenal memiliki berbagai manfaat, antara lain untuk kebutuhan kesehatan seperti membantu mengatasi gangguan cemas dan depresi.
Dengan penguatan hilirisasi dan dukungan regulasi, kratom kini diproyeksikan menjadi salah satu komoditas andalan baru daerah dalam mendorong ekonomi berbasis masyarakat. (ant)


