Pemerintah mengimbau kementerian dan lembaga tidak menggelar open house dan halalbihalal secara berlebihan pada Idul Fitri 1447 Hijriah. Sebagai bagian dari penyesuaian sikap negara di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
EKSPOSKALTIM, Jakarta - Pemerintah secara resmi mengimbau seluruh instansi negara untuk menahan diri dalam penyelenggaraan gelar griya (open house) maupun halalbihalal pada perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan imbauan tersebut telah dituangkan dalam surat edaran kepada seluruh kementerian dan lembaga.
“Kami sudah menyampaikan surat edaran untuk seluruh kementerian dan lembaga untuk kami imbau tidak berlebihan dalam menyelenggarakan open house maupun halalbihalal,” ujar Prasetyo di Jakarta. Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Prasetyo, perayaan Lebaran tahun ini perlu mencerminkan kesederhanaan, mengingat masih banyak masyarakat yang berada dalam kondisi ekonomi yang belum stabil.
“Bagaimanapun masih banyak saudara-saudara kita yang pada kondisi yang belum baik,” katanya.
Dalam konteks itu, imbauan pemerintah tidak hanya dimaknai sebagai pengaturan kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai dorongan agar aparatur negara lebih peka terhadap realitas sosial, terutama dalam penggunaan anggaran dan penyelenggaraan acara publik.
Meski demikian, pemerintah belum memastikan apakah tradisi open house di Istana Kepresidenan akan tetap digelar tahun ini.
Prasetyo menyebut keputusan terkait agenda tersebut masih menunggu perkembangan situasi lebih lanjut.


