EKSPOSKALTIM, Bontang – Pelaksanaan upacara yang digelar Pemerintah Kota Bontang di Stadion Taman prestasi Bontang Lestari berlangsung ramai dan penuh suka cita, Rabu (17/8) pagi tadi.
Hampir dari semua kalangan hadir untuk memeriahkan peringatan hari kemerdekaan Indonesia ini. Namun, pemandangan memilukan tersaji di detik-detik pembacaan teks proklamasi, saat sejumlah peserta upacara harus tumbang (pingsang) karena kelelahan.
Dikarenakan menunggu lama sebelum upacara berlangsung, dan dalam kondisi perut kosong saat upacara dibawah terik matahari yang begitu menyengat, diduga juga menjadi penyebab para pelajar ini pingsan.
Dari pengamatan Eksposkaltim di lapangan, tampak satu-persatu peserta upacara harus digotong keluar lapangan oleh petugas kesehatan dari PMI dan TNI, untuk dibawah ke tempat yang lebih teduh guna mendapatkan perawatan.
"Yang masih kuat jalan langsung kami bawa ke tempat berteduh untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Ada juga yang sampai tidak sadarkan diri, jadi kami gotong ke mobil ambulans dan kami berikan O2. Dan disana, mereka mendapatkan langsung pertolongan dari dokter yang sengaja di persiapkan," kata Yuli, salah satu petugas kesehatan.
Sementara itu, petugas kesehatan lainnya, Rahmat, menyayangkan terjadinya insiden ini. Menurutnya, hal ini dapat diantisipasi apabila ada persiapan yang matang dari peserta maupun panitia penyelenggara upacara.
"Seharusnya panitia membagikan makanan atau snak sebelum upacara dimulai. Giliran seperti ini, mereka sendiri yang gelagapan. Coba dibagikan makanan dan minuman sebelum upacara dimulai, pasti tidak akan banyak peserta yang pingsan," ujarnya
Hal senada pun diungkapkan salah seorang pelajar yang mengalami insiden ini "Kami dari jam 8 sudah datang. Kami harus menunggu lama dan tidak dibagikan makanan dan minuman, makanya banyak yang jatuh pingsan." Kata wahyuni, saat mendapatkan perawatan dari tim medis
Saat upacara berlangsung, banyak peserta yang harus minum karena kehausan. Akibatnya, suasana upacara pun berlangsung tidak hikmat menjelang detik-detik pembacaan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia oleh Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni.

